Jumlah Toko Modern di Kendal Bertambah

0
1163

Jumlah toko modern, seperti Indomart dan Alfamart di Kabupaten Kendal terus bertambah. Sesuai data di  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kendal, hingga tahun 2017 ini, jumlah toko Indomart di Kabupaten Kendal sebanyak 52 toko, sedangkan toko Alfamart sebanyak 46 toko. Khusus untuk Indomart, di tahun 2017 ini berdiri 7 toko yang baru.

Kepala DPMPTSP Kendal, Suparjan mengatakan, pendirian toko modern di Kendal masih diperbolehkan, asal sesuai ketentuan atau tidak bertentangan Perda Nomor 22 Tahun 2011 tentang Penataan, Pembinaan, dan Perlindungan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kabupaten Kendal. Sesuai Perda tersebut, jarak toko modern dengan pasar tradisional paling sedikit 500 meter, dan jarak toko modern dengan toko modern lainnya paling sedikit 250 meter. Selain itu, pendirian toko modern harus berada di tepi jalan kabupaten. Tidak boleh mendirikan toko modern di tepi jalan desa atau di dalam wilayah satu desa. “Belum ada larangan atau pembatasan pendirian toko modern, karena acuannya sesuai Perda 22 Tahun 2011,”kata Suparjan Jumat (17/3/2017) di kantornya.

Suparjan mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap toko modern yang  ada supaya keberadaannya tidak mematikan pasar tradisional mapun toko-toko kecil yang ada. Pembinaan juga dilakukan terhadap para pedagang di pasar tradisional dan toko-toko kecil untuk terus meningkatkan pelayanannya, supaya tidak ditinggalkan pelanggannya. “Toko modern maupun toko-toko biasa asal pelayannya baik, ya tidak akan ditinggalkan pelanggannya,”katanya.

Sementara itu, Kabid Perizinan dan Non Perizinan pada DPMPTSP Kendal, Nanang Widiasmoro mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk melakukan kajian terkait titik jenuh terhadap keberadaan toko modern di Kab Kendal. Hal ini untuk mengetahui tingkat kejenuhan masyarakat terhadap daya beli di toko modern dan toko sekitarnya. “Ini sebagai dasar supaya pendirian toko modern tidak terlalu banyak dalam wilayah yang berdekatan,”kata Nanang.

Nanang menambahkan, jika ada toko modern yang jaraknya tidak sesuai Perda yang berlaku, karena toko modern itu sudah berdiri sebelum adanya Perda No 22 Tahun 2011. Misalnya, jarak dengan pasar tradisional kurang dari 500 meter atau lokasi toko modern saling berdampingan seperti yang ada di beberapa tempat. “Perlu diketahui, jika ada toko modern yang tidak sesuai Perda, itu karena sudah berdiri sebelum adanya Perda ini,”jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.