Kajari Kendal Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi kepada Kepala Sekolah

Kajari Kendal sosialisasi pendidikan anti korupsi kepada kepala sekolah

0
62

Swarakendal.com : Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Erny Veronica Masamba menegaskan, bahwa sumbangan itu tidak ada paksaan, tidak ada jangka waktu dan tidak ada nilai nominal. Sumbangan juga sebaiknya dalam bentuk barang yang dibutuhkan.

“Sumbangan itu sebaiknya bersifat untuk kebutuhan yang diperlukan seketika itu,” katanya saat Sosialisasi dan Arahan tentang Pendidikan Anti Korupsi dan Pendanaan Pendidikan melalui Partisipasi Masyarakat, yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (21/11/2022).
Kajari Erny juga menyarankan, untuk kebutuhan sekolah yang cukup besar, sebaiknya tidak dibebankan kepada Komite Sekolah. Pasalnya, pada akhirnya akan menjadi beban bagi orang tua murid, sehingga lebih baik dihindari, meski sesuai regulasi diperbolehkan. “Meskipun sesuai keputusan Komite Sekolah, tapi sumbangan tidak boleh memaksa, tidak menentukan nominal dan tidak ada periode waktu tertentu. Hal ini supaya tidak bias menjadi suatu pungutan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengaku telah menerima laporan adanya dugaan pungutan di salah satu SMP Negeri di Weleri. Pihaknya juga sudah memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan “Kami sudah memanggil pihak sekolah, namun sementara ini masih mencermati dan pendalaman supaya lebih detail dan optimal. Masih perlu data dukung yang komplit dulu, sebelum disampaikan kepada Bupati,” ujarnya.
Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, sosialisasi dengan Kejaksaan Negeri ini mengundang seluruh Korwilcam Pendidikan. Sosialisasi dan arahan ini untuk mengingatkan supaya tidak ada sekolah yang melakukan pungutan. “Kami undang semua Korwilcam supaya paham betul tentang pemahaman sumbangan, dan tidak ada pungli,” katanya.
Bupati Kendal mengatakan, kasus dugaan adanya pungutan di salah satu sekolah masih dalam proses pengecekan secara detail. Kemudian akan dilakukan verifikasi dan klarifikasi dugaan tersebut. “Jika terbukti bersalah, tentunya ada sesuatu yang harus dievaluasi secara menyeluruh ke semua sekolah supaya tidak terulang lagi di sekolah mana pun,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.