Kecamatan Sukorejo Launching Aplikasi Sate Angsa

Aplikasi Sate Angsa Kecamatan Sukorejo

0
161
Swarakendal.com : Protades Indonesia bekerjasama dengan Kecamatan Sukorejo melaunching aplikasi Sistem Perencanaan Terintegrasi Pembangunan Desa (Sate Angsa) di Aula Kantor Kecamatan Sukorejo, Rabu (30/11/22). Aplikasi ini untuk mempermudah Pemerintah Desa dalam menyusun perencanaan program pembangunan di desa.
Camat Sukorejo, Tejo Pramono Sakti mengatakan, selama ini Pemerintah Desa kesulitan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Dengan adanya aplikasi Sate Angsa ini, maka akan mempermudah perencanaan penganggaran sampai penetapan. “Fungsi aplikasi Sate Angsa untuk mempermudah pemerintah Desa dalam menyusun perencanaan APBDes agar tidak menyalahi aturan,” katanya.
Camat Tejo mengatakan, pada umumnya, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan desa  dilaksanakan atau dibuat hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja, sebagai syarat pengajuan pencairan Dana Desa. Biasanya Pemerintah Desa mengalami kendala seperti RPJM Desa dan RKP Desa yang disusun belum mendasarkan atau tidak sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan yang ada, seperti Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi no. 21 tahun 2020, Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 2 tahun 2016 tentang IDM (Indek Desa Membangun). Hal itu karena belum ada sistem atau aplikasi yang terintegrasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa. “Yang paling memprihatinkan, penyusunan perencanaan pembangunan desa hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai syarat pencarian dana desa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kendal, Yanuar Fatoni mengapresiasi dilaunchingnya aplikasi Sate Angsa, karena akan mempermudah Pemerintah Desa dalam menyusun perencanaan hingga pelaporan APBDes. Dikatakan, biasanya ada masalah yang muncul dalam perencanaan desa, yaitu kurang sinkron antara perencanaan jangka pendek, menengah dan penganggaran di desa. “Harus sinkron antara perencanaan jangka panjang dengan perencanaan jangka menengah dan pendek dan penganggaran,” jelasnya.
Masalah lainnya yaitu, usulan dari Pemdes tidak sesuai dengan kewenangan, sehingga sulit direalisasikan. Selain itu, usulan Pemdes tidak sesuai dengan judul yang ada di SK Bupati. “Pemerintah Desa harus bisa memetakan permasalahan apa, potensinya apa, sehingga muncul program kerja,” tandasnya.
Sementara CEO Protades Indonesia, Juni Prayitno mengatakan, problem dalam menyusun perencanaan yang ada di desa menginisiasi pihaknya bersama Kecamatan Sukorejo untuk menyusun aplikasi Sate Angsa agar perencanaan lebih mudah dan terintegrasi. “Semoga aplikasi Sate Angsa bermanfaat bagi Pemerintah Desa di Kecamatan Sukorejo khususnya dan masyarakat Kendal pada umumnya,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.