Kemensos akan Salurkan Bantuan Rutin Tiap Bulan untuk 4,3 Juta Anak Yatim

Kemensos akan Salurkan Bantuan Rutin Tiap Bulan untuk 4,3 Juta Anak Yatim

0
49

Swarakendal.com : Sebanyak 4,3 juta anak yatim di Indonesia akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan atensi dari pemerintah pada tahun 2022. Hal ini disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf saat Kunjungan Spesifik bersama Menteri Sosial di Pemkab Kendal Kamis (23/09/2021).


“Kita bersepakat dengan Menteri Sosial untuk memberikan bantuan kepada anak yatim. Anak yatim yang bersekolah tiap bulan diberi bantuan 200 ribu, sedangkan anak yatim yang belum sekolah diberi bantuan 300 ribu,” jelasnya.

Buchori mengatakan, program bantuan untuk anak-anak yatim ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir supaya masa depan anak-anak lebih terjamin. “Yang mendapat bantuan tidak hanya anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid, tetapi untuk semua anak yatim,” katanya.

Pada kunjungan Spesifik ini, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial, yaitu bantuan untuk 937 anak yatim terdampak Covid-19, 23 penyandang disabilitas, 284 bantuan kebutuhan dasar, 118 bantuan kewirausahaan PKH 118 dan 57 bantuan untuk pelatihan. Sekitar seratusan anak yatim dihadirkan untuk menerima bantuan atensi langsung dari Menteri Sosial.
Sementara itu Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan penguatan dan semangat kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19 supaya tetap semangat meraih cita-cita. Menjadi anak yatim jangan merasa ditinggalkan, karena anak yatim itu disayang Tuhan, maka wajib disayang. Meski tanpa ayah atau ibu, anak-anak yatim harus kuat supaya menjadi orang sukses. “Kalian tidak perlu takut, kalian tidak perlu rendah diri, kalian tidak perlu minder, karena Allah menyayangi kalian semuanya,” ucapnya.

Menteri Risma mengatakan, saat ini Kementerian Sosial baru menerima data sekitar 28 ribu anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat Covid. Hal ini karena masih banyak daerah yang belum memberikan laporan jumlah datanya. “Data yang sudah masuk baru sekitar 28 ribu anak, karena daerah-daerah belum sepenuhnya mengirimkan datanya,” pungkasnya.