Kendal Bebas Difteri, Masyarakat tetap Diminta Waspada

Kendal bebas penyakit Difteri

0
1776

Sejak bulan November 2017 penyakit difteri mewabah di berbagai wilayah Indonesia.  Seperti di Jawa Barat terjadi 109 kasus dengan 13 orang diantaranya meninggal dunia. Penyakit difteri ini menyerang anak-anak dan orang dewasa. Kementerian Kesehatan pun telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Di Kabupaten Kendal sampai saat ini belum ditemukan pasien yang terkena difteri. Kepala Dinas Kesehatan Kab Kendal dr Sri Mulyani mengatakan, sampai saat ini sampai saat ini belum ada  laporan dari  Puskesmas terkait pasien yang  terkena  difteri. Selama ini pihak dinas selalau mengencarkan imunisasi melalui posyandu, Puskesmas dan  Rumah sakit. Selain itu pihaknya  selalu  melakukan penyuluhan di sekolah dan  warga. “Sampai saat ini tidak ada, mudah-mudahan tidak ada warga Kendal yang terkena difteri,”ucapnya.

Kasi  Kesehatan  Masyarakat Dinas  Kesehatan Kabupaten Kendal  Sri Handoyo mengatakan, sampai saat ini kabupaten Kendal  bebas dari  Infeksi Difteri. Pihak dinas melakukan pembarian  vaksin  melalui imunisasi di Posyandu  di  masing masing  Desa dan  RW. Selain itu  di puskesmas  juga melayani  imunisasi  DPT   baik anak anak maupun  dewasa.

Difteri adalah infeksi bakterial serius yang mempengaruhi membran mukossa di tenggorokan dan hidung. Meskipun penyakit ini dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, namun difteri dapat dicegah dengan vaksinasi. “Hubungi dokter jika ada yang mengalami difteri. Sebab, jika tidak diobati, difteri dapat menyebabkan kerusakan serius pada ginjal, sistem saraf, dan jantung,”imbaunya

Tipe bakteri yang menyebabkan difteri adalah Corynebacterium diphteria. Kondisi difteri akan menyebar melalui kontak langsung obyek yang mengandung bakteri, seperti gelas minuman atau penggunaan tisue/sapu tangan yang sama. Difteri juga bisa menular dari penderita difteri di sekitar yang bersin, batuk, atau keluar ingus dari hidung. Meskipun orang yang terinfeksi difteri belum tentu menunjukkan tanda dan gejala, orang tersebut tetap mampu menularkan difteri sampai dengan 6 minggu setelah infeksi awal.

Bakteri seringkali menginfeksi hidung dan tenggorokan. Sekali Anda terinfeksi, bakteri akan melepaskan zat berbahaya yang disebut toksin. Toksin akan meluas ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan seringkali menyebabkan lapisan abu-abu tebal di mukosa hidung, tenggorokan, lidah, dan saluran napas.

Gejala dan tanda difteri tampak dalam 2-5 hari setelah terpapar bakteri. Beberapa orang tidak menunjukkan gejala, namun beberapa orang memiliki gejala ringan yang seringkali sama dengan flu biasa. Terdapat gejala difteri yang khas dan dapat dilihat, seperti lapisan tebal abu-abu di di tenggorokan dan tonsil. Gejala lain di antaranya demam menggigil, pembesaran kelenjar di leher, suara yang keras seperti menggonggong,  radang tenggorokan, kulit yang membiru, mengeluarkan air liur terus-menerus, rasa tidak nyaman pada tubuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.