Khawatir Rumahnya Disita Bank, Dua Warga Kaliwungu Minta Bantuan Mediasi Kepada Pengacara

Herry Darman mediasi nasabah bank di Kaliwungu

0
161
Swarakendal.com : Siti Azmi, warga Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu meminta bantuan kepada pengacara Herry Darman untuk mediasi permasalahan hutang almarhum suaminya di Bank Mandiri Kendal. Ia khawatir, sertifikat rumah sebagai jaminan utang suaminya tidak bisa kembali. Pasalnya, ia sudah mengurus ke bank untuk mengambil sertifikat rumahnya, namun belum ada kejelasan.
“Saya cuma khawatir sertifikat rumah tidak bisa diambil, dan tiba-tiba rumah disita, makanya saya minta bantuan pengacara supaya sertifikat rumah cepat kembali,” katanya, Sabtu (29/10/2022).
Herry Darman, mengatakan, dirinya telah diminta untuk mediasi permasalahan yang sedang dialami oleh Siti Azmi. Permasalahan ini terkait hutang Budiono, suami Siti Azmi di Bank Mandiri Kendal pada 19 September 2019 dan berakhir 19 September 2024. Namun pada 24 Juni 2022 Budiono meninggal dunia. Ketika hutang di bank tersebut, sudah diasuransikan melalui asuransi PT Bosowa. Oleh karena itu, untuk pelunasan hutangnya, kliennya mengandalkan pencarian klaim asuransi. “Klien kami sudah datang ke bank dan asuransi untuk menanyakan pencarian klaim asuransi almarhum suaminya, namun tidak ada kejelasan kapan bisa cari, makanya Siti Azmi meminta bantuan kepada kami untuk mengatasi permasalahan ini,” jelasnya.
Herry mengatakan, pihaknya juga sudah mendatangi bank dan asuransi tersebut untuk menanyakan perihal permasalahan kliennya. Bahkan pihaknya juga sudah meminta berkas-berkas terkait perjanjian hutang suami kliennya di bank dan asuransi tersebut. “Kami sudah mendatangi bank dan asuransi tersebut, juga sudah menyerahkan semua persyaratan yang diminta untuk pencairan klaim asuransi, supaya jaminan sertifikat rumah klien kami bisa diambil,” jelasnya.
Menurut Herry Darman, seharusnya pihak bank sudah memberikan sertifikat rumah kliennya. Pasalnya, sebagai nasabah bank, ketika itu mengikuti asuransi sesuai referensi dari bank, sebagai penjamin, jika peminjam meninggal dunia, maka sisa hutang menjadi tanggungan pihak asuransi. Sehingga ketika ahli waris telah mengajukan persyaratan klaim asuransi dan sudah disetujui klaimnya, maka jaminan sertifikat harus segera diberikan. “Dalam perjanjian, pencairan klaim asuransi, paling lama empat hari, setelah pengajuan klaim disetujui. Nah ini sudah empat bulan, tapi belum ada kejelasan pencairan, sehingga jaminan sertifikat belum bisa diambil,” ujarnya.
Herry Darman mengatakan, pihaknya hanya meminta tanggung jawab dari pihak bank, karena pihak bank yang memberikan referensi jaminan asuransi. Meskipun bank tidak lagi bekerja sama dengan asuransi tersebut, maka perihal klaim asuransi tetap menjadi tanggung jawab pihak bank. “Makanya, jika pihak bank tidak segera menyerahkan sertifikat yang dijaminkan, kami akan mengajukan upaya hukum lain,” pungkasnya.
Tendy Atmoko, rekan Herry Darman menambahkan, kasus yang sama juga dialami oleh Uswatun Hasanah, warga Kaliwungu. Suaminya yang mempunyai hutang di bank tersebut meninggal dunia. “Saat ini ada dua klien dengan kasus yang sama minta bantuan hukum kepada kami,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.