Kita bisa.com Gandeng Yayasan Cinta Dhuafa Kendal Salurkan Bantuan Sembako kepada Anak-anak Yatim dari Keluarga tidak Mampu yang kena Banjir

Kita bisa.com Gandeng Yayasan Cinta Dhuafa Kendal Salurkan Bantuan Sembako kepada Anak-anak Yatim dari Keluarga tidak Mampu yang kena Banjir

0
576

Kitabisa.com menggandeng Yayasan Cinta Dhuafa Kendal menyalurkan bantuan sembako kepada anak-anak yatim dari keluarga pra sejahtera dan kaum dhuafa yang terdampak banjir di Kabupaten Kendal. Bantuan sembako mulai dibagikan pada Kamis 11 Februari 2021. Bantuan sembako yang dibagikan sebanyak 1,5 ton beras, 200 kilogram telur, minyak goreng 120 liter dan mie instan 30 karton.

Menurut Muhammad Rijal, perwakilan Kitabisa.com Jawa Tengah, bahwa Kendal menjadi sasaran menyalurkan bantuan, karena bencana banjir di wilayah Kendal cukup luas. Selain itu terjadinya banjir juga cukup lama hingga banyak warga yang terisolasi banjir sampai empat hari, bahkan ada yang lebih. “Wilayah Kendal yang terkena banjir itu cukup luas dan lama, ada terisolir sampai empat hari, sehingga tidak bisa bekerja, dan bagi keluarga yang tidak mampu tentu cukup berat memenuhi kebutuhannya,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Cinta Dhuafa Kendal, Budi Raharjo mengatakan, bahwa banyak anak asuh Yayasan Cinta Dhuafa yang tempat tinggalnya terkena banjir berhari-hari, sehingga perlu mendapat perhatian. Apalagi banjir melanda selama beberapa, sehingga tidak bisa bekerja. Sasaran bantuan di antaranya di Des Kumpulrejo dan Desa Purwokerto Kecamatan Patebon, Kelurahan Trompo, Sukodono dan Bandengan Kecamatan Kendal. “Bantuan sembako juga ada yang diberikan kepada korban bencana angin puting beliung di Desa Sendang Dawung Kecamatan Kangkung,” ujarnya. 

Ahmad Syafii, mewakili penerima bantuan di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal mengatakan, di wilayah sekitar tempat tinggalnya ada 15 anak yatim yang kondisi keluarganya tidak mampu. Dengan adanya banjir, maka kondisinya cukup memprihatinkan, sehingga membutuhkan bantuan. “Bantuan sembako ini akan dibagikan kepada anak-anak yatim yang kondisi keluarga memprihatinkan, apalagi terkena banjir,” katanya.