Komunitas Kopi Kendal Wajibkan Anggotanya Jual Kopi Asli Kendal

Komunitas Kopi Kendal peringati Hari Kopi Internasional

0
1044
Komunitas Kopi Kendal berkomitmen untuk mengembangkan dan mempromosikan kopi asli Kendal. Komitmen ini ditegaskan kembali pada pertemuan anggota komunitas saat memperingati Hari Kopi Internasional, Senin 1 Oktober 2018 di Cafe Kedai Kopidulu Kendal. Acara itu dihadiri anggota komunitas, petani kopi, perajin kopi, pakar kopi dan pengusaha kedai kopi.

Ketua Komunitas Kopi Kendal, Abdul Harris Khaddafy mengatakan, bahwa tujuan utama dibentuknya Komunitas Kopi Kendal beberapa tahun lalu adalah untuk mengangkat kopi asli Kendal agar Kabupaten Kendal sebagai daerah penghasil kopi memiliki brand atau nama kopi tersendiri yang dikenal. “Selama ini belum ada nama kopi khas Kendal, seperti kopi Aceh, kopi lampung, kopi rembang, padahal Kendal sebagai daerah penghasil kopi yang cukup besar,”ujarnya.
Menurut Harris, salah satu cara yang dilakukan agar Kendal bisa memiliki brand kopi yang dikenal, maka harus dimulai dari orang-orang Kendal, terutama para pengusaha atau pemilik kedai kopi, baik yang di cafe, restauran, rumah makan atau hotel. Ia berharap semua kedai kopi mau mngenalkan kopi Kendal yaitu dengan menjual kopi Kendal. Anggota Komunitas Kopi Kendal sekitar 75 orang, sedangkan jumlah kedai kopi, cafeee shop, cafe dan resto yang menjual kopi Kendal sekitar 30 tempat yang tersebar di sembilan kecamatan. “Anggota komunitas ini wajib menyediakan kopi Kendal, karena misinya adalah mengangkat kopi asli Kendal,”tegasnya.
Beberapa tempat di Kendal sudah ada yang menjual khusus kopi Kendal. Salah satunya adalah Aan, pemiliki kopi luwak asli di Sukorejo. AAn yang sudah dikenal sebagai pengusaha kopi dan menjual kopi ke luar daerah, selama ini hanya menjual kopi Kendal. Menurutnya, agar kopi Kendal semakin dikenal, maka semua pemilik cafe di Kendal harus menyediakan kopi asli Kendal. “Kalau kedai kopi atau cafe tidak mau menjual dan mengenalkan kopi Kendal, maka kopi Kendal susah untuk dikenal,”katanya.
Acara bertema Jelajah Rasa 101 Kopi Kendal itu diisi dengan beberapa agenda, yaitu pengenalan uji cita rasa kopi (dengan acuan flavor wheel) dan tujuannya, pengenalan protocol cupping dan pengisian cupping form SCAA dan uji citarasa kopi Kendal (under-balance-over extraction). Acara terakhir diskusi yang mengangkat tema “Masa depan kopi Kendal dan tantangannya”.
Harjito dari Dinas Pertanian dan Pangan Kendal yang juga penikmat kopi mengatakan, tidak semua penjual kopi memiliki pengetahuan tentang kopi, maka dengan acara ini akan menambah pengatahuan dan wawasan tentang kopi yang penting bagi anggota komunitas, supaya usahanya semakin berkembang. “Di sini belajar untuk mengetahui kualitas kopi dengan cara membedakan rasa dan aroma,”katanya.
Menurut Wiwiko, pakar kopi yang juga pemilik beberapa cafe dari Batang, kualitas kopi dari Kendal sebenarnya sama dengan kopi dari daerah lain. Kopi yang bekualitas itu tergantung dari cara pengolahannya. Pengolahan itu mulai dari cara petani menanam, penanganan hasil panen sampai pengolahan menjadi kopi yang siap diminum. “Jika cara pengolahannya baik, maka rasa dan aroma akan terasa lebih enak,”katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.