Lestarikan Budaya, Bimo Bagus Alit Gelar Kesenian Kuda Lumping

Bimo Bagus Alit Gelar kuda lumping

0
113

Swarakendal.com : Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Bimo Bagus Alit melakukan tasyakuran pernikahan dengan menggelar kesenian tradisional kuda lumping selama tiga hari di Alun-alun Sukorejo, mulai Jumat hingga Minggu (27/11/2022). Hiburan kesenian tradisional ini sebagai tanggung jawab tokoh masyarakat untuk tetap nguri-uri atau melestarikan budaya asli Indonesia, sehingga mendapat respons positif dari masyarakat. Warga memberikan apresiasi hingga doa terbaiknya bagi anggota dewan dari Partai Golkar ini.

Kegiatan tasyakuran pernikahan politisi muda yang akrab disapa Bimo ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat penggemar kuda lumping di eks Kawedanan Selokaton yang meliputi Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Patean dan Pageruyung. Bahkan Camat Sukorejo, Mansyur pun mengapresiasi adanya hiburan kuda lumping di acara tasyakuran pernikahan.

“Acara seperti ini  sangat baik untuk pelaku seni kuda lumping dan keberlangsungan seni budaya kuda lumping di eks Kawedanan Selokaton. Kami mewakili masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya .

Menurutnya, di era serba digital ini, upaya untuk terus melestarikan kesenian tradisional kuda lumping sangat penting. Masyarakat, khususnya generasi muda yang pada umumnya tidak pernah lepas dengan gadgetnya harus terus diajak untuk mencintai budaya sendiri. “Kami mewakili masyarakat juga berdoa semoga Mas Bimo senantiasa diberikan keberkahan, kesuksesan dan kelimpahan rezeki dari Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Bimo Bagus Alit mengatakan, pagelaran kesenian tradisional kuda lumping ini sengaja dilakukan, sebagai bentuk tanggungjawab seorang generasi milenial untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya di Kabupaten Kendal. Dia yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kendal menjelaskan, melestarikan budaya ini dilakukannya mengingat negara Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang besar karena keanekaragaman budayanya dan dari sisi agamanya. “Kalau dua hal ini tidak dilestarikan, tentu Indonesia tidak akan bisa sebesar ini. Makanya ini penting untuk terus kita lestarikan bersama,” tandasnya.

Politisi berusia 27 tahun ini juga menegaskan, upaya untuk melestarikan budaya ini merupakan sebuah komitmen bagi dirinya yang duduk di Komisi A DPRD Kabupaten Kendal. Dia juga berkomitmen untuk terus bisa menumbuhkan UMKM di eks Kawedanan Selokaton yang selama 2 tahun terakhir ini terpuruk akibat dilanda pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.