Makan Buah Bersama Tandai Sosialisasi Germas di Kendal

Sosialisasi Germas bersama Dirjen Prpmosi Kesehatan Kemenkes dr Riski

0
958

Makan buah bersama menandai Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Dirjen Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Riskiana yang digelar di Hotel Sae Inn, Sabtu (09/12/2017). Tiga hal Germas yaitu makan buah dan sayur, memeriksa kesehatan secara rutin dan olahraga. Selain itu juga dilakukan penandatanganan Komitmen Dukungan Germas Pemkab Kendal yang diwakili oleh Sekda Kendal Moh Toha. Sosialisasi Germas disampaikan oleh dr Riskiana dan Kepala Dinkes Kendal dr Sri Mulyani yang dihadiri OPD terkait, seluruh puskesmas di Kab Kendal, ormas, perguruan tinggi dan pelajar.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa dalam sambutan tertulisnya mengatakan, bahwa Germas harus didukung dengan melakukan kampanye di masyarakat, supaya masyarakat hidup sehat dan berkualitas. Yaitu mengubah perilaku hidup tidak sehat, seperti tidak merokok, minum alkohol dan buang air besar sembarangan. Dikatakan, Germas harus dimulai dari diri sendiri, kemudian menerapkan di rumah dan lingkungan kantor. Pemkab terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yaitu dengan menciptakan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan terjangkau.
Dokter Riski berharap agar sosialisasi Germas semakin melembaga di seluruh OPD. Untuk itu diharapkan agar segera dibuat dibuatkan Perbup sebagai payung hukumnya. “Jika seluruh OPD ikut aktif melalukan sosialisasi Germas, maka akan lebih cepat tercapai,”ujarnya.
Dokter Riskiana berharap, Kendal harus menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang bisa menggerakkan masyarakat berperilaku hidup sehat. Dikatakan, tujuan Germas adalah supaya masyarakat hidup nyaman dan bahagia, dengan mencegah supaya tidak sakit. Jika saat ini penyakit yang kebanyakan diderita orang tua, sudah mulai banyak diderita kalangan usia muda. “Hal ini di antara penyebabnya karena perilaku hidup yang kurang sehat, seperti malas bergerak, suka merokok dan mengonsumsi alkohl,”kata dr Riski.
Perubahan perilaku sehat harus terus digencarkan, supaya masyarakat terhindar dari penyakit. Pasalnya, mengobati penyakit itu dibutuhkan biaya yang tinggi. Pemerintah berharap di tahun 2030, masyarakat Indonesia tidak tergantung dengan pengobat, karena hidupnya sudah sehat. Akibat beban biaya pengobatan, PBJS mengalami defisit yang sangat besar, hingga triliunan.  “Untuk itu edukasi masyarakat agar berperilaku sehat harus digencarkan,”harapnya.
Kepala Dinkes Kendal dr Sri Mulyani mengatakan, kebijakan Germas di Kendal sudah dimulai dengan launching Germas pada September 2017. Kebijakan Germas ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi di masyarakat melalui pendekatan keluarga. “Pemda juga terus melakukan program penguatan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit, meningkatkan sarana prasarana kesehatan. “Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, nanti segera dibangun Rumas Sakit tipe D di Sukorejo supaya warga tidak terlalu jauh ketika berobat ke rumah sakit,”katanya.