Masyarakat Kaliwungu Rayakan Tradisi Weh-wehan

Masyarakat Kaliwungu rayakan tradisi weh-wehan

0
1197

Warga di Kaliwungu merayakan tradisi wewehan dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhamad SAW  tanggal 12 Robiul awal. Tradisi weh-wehan atau ketuwin ini hanya digelar setahun sekali dengan saling tukar makanan antar tetangga. Pada Jumat 1 November 2017 suasana kampungtampak semarak dan ramai layaknya perayaan lebaran. Warga silih berganti membawa makanan, untuk ditukarkan dengan makanan lain. Di depan rumah warga telah menyiapkan berbagai macam makanan untuk ditukarkan dengan makanan lain dari warga yang mengunjungi.

Tradisi ini sangat disukai anak-anak, karena di tradisi weh-wehan ini banyak jajanan dan makanan kesukaannya, seperti es  berwarna warni, makanan ringan dan ada juga yang diberi uang. Dalam tradisi ini anak-anak berkeliling kampung sambil membawa jajanan, untuk kemudian ditukar dengan jajanan lain milik tetangganya.

Tradisi yang sudah ada sejak lama di Kaliwungu ini juga mengajarkan, warga untuk bersedekan melalui makanan yang dibagikan. M Adbul Fatah warga kampung Kenduruan mengatakan, dalam agama Islam, saling memberi dan menerima adalah sesuatu yang baik. Weh-wehan substansinya adalah sedekah, dan sedekah itu baik karena saling menolong.”Dulu  yang diberikan adalah makanan  tradisional, ada  sumpil, ketan lepet, ketupat, lontong dan lain lain, namun seiring kemajuan zaman  menggunakan makanan instan yang  lebih praktis,”katanya.

Pada tradisi weh-wehan, makanan khas Kaliwungu yaitu sumpil tidak pernah absen dalam perayaan maulud ini. Makanan ini hampir sama dengan lontong, tapi bentuknya segitiga dan pembungkusnya mengguna daun bambu. Sumpil ini tidak dijumpai di hari-hari biasa.