MCB Listrik Rusak, Akses LPSE Terganggu

MCB listrik jaringan internet Pemkab Kendal rusak

0
1576
Akibat adanya kerusakan MCB listrik yang terhubung dengan pusat jaringan internet di Diskominfo Kendal berakibat akses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Kendal menjadi terganggu. Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo Kabupaten Kendal, Nanik mengatakan, pihaknya membenarkan memang ada gangguan sejak Jumat (3/6/2017). Setelah dicek pada Senin (5/6/2017) pagi ternyata MCB listrik terbakar, sehingga harus diganti. “Tadi pagi langsung dibelikan di Semarang dan dinaikan dari 63 ampere menjadi 100 ampere,”ujarnya.

Atas terganggunya akses LPSE, sejumlah penyedia jasa konstruksi mendatangi kantor LPSE dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk menanyakan proyek lelang yang ditayangkan melalui LPSE yang sulit diakses sejak Jumat lalu. Karena tidak bisa diakses mereka menduga ada permainan dalam lelang tersebut. Pertama mereka mendatangi kantor LPSE, setelah ditemui petugas dan mndapat penjelasan mereka melanjutkan mendatangi kantor ULP.
Salah satu pengusaha jasa konstruksi dari Aspertanas, Sugiarto Jaya mengatakan, pihaknya bersama sejumlah pengusaha konstruksi mendatangi kantor LPSE dan ULP untuk menanyakan LPSE yang tidak bisa diakses sehingga para pengusaha jasa konstruksi tidak bisa mengajukan penawaran. Dikatakan, atas tidak bisanya diakses LPSE tersebut para pengusaha jasa konstruksi merasa dirugikan dan menilai terjadi pelanggaran hukum dalam masalah ini. “Kami cuma minta penjelasan, mengapa akses LPSE sejak Jumat terjadi gangguan,” ujarnya.
Menurut Sugiarto, sudah ada 30 paket pekerjaan yang ditayangkan petugas ULP melalui LPSE, Ternyata server LPSE tidak bisa diakses. Dikatakan, banyak isu diluaran, lelang sudah dikondisikan sehingga dirinya mendatangi ULP dan LPSE untuk menanyakan hal tersebut.”Rumor yang berkembang lelang sudah dipesan rekanan-rekanan tertentu,” katanya.
Pengusaha jasa konstruksi lain, Mahmudin mengatakan, selama tidak bisa mengakses LPSE itu, maka supaya ada perpanjangan waktu sebagai pengganti selama akses terjadi gangguan. Waktu lelang sedianya akan berahir Selasa (6/5/2017) pagi. “Kami minta ada penambahan waktu lelang atau lelang diulang karena dengan tidak bisa diaksesnya LPSE kami dirugikan,” ujarnya.
Kepala ULP Kabupaten Kendal Sudaryanto mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan LPSE, dan memang terjadi gangguan. Dikatakan, terkait dengan perpanjangan waktu lelang, pihaknya harus menunggu surat dari LPSE tentang gangguan tersebut, sebagai dasar untuk perpanjangan waktu lelang. “Dari surat itu, Kami baru bisa menentukan perpanjangan selama waktu yang tidak bisa diakses, sebagai dasar regulasiknya,” ujar Daryanto.