Menristek: Produk UPVC sangat Cocok untuk Atasi Kebutuhan Bahan Baku Rumah di Indonesia

Menristek: Produk UPVC sangat Cocok untuk Atasi Kebutuhan Bahan Baku Rumah di Indonesia

0
218

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro melakukan kunjungan industri  di PT Terryham Proplas Indonesia di Jl Arteri Kaliwungu Kendal, Kamis (26/11/2020) siang. Kunjungan Menristek selain meresmikan Taman Riset dan Inovasi Kends UPVC, juga meninjau langsung proses produksi UPVC.

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Unplasticized Poly Vynil Chloride (UPVC) yang diproduksi PT Terryham Proplas Indonesia ini mampu menjawab percepatan untuk pengadaan rumah. UPVC untuk bahan baku rumah, selain tidak mahal, awet dan tahan gempa, juga dalam pengerjaannya terbilang tidak memakan waktu banyak. 
“Khususnya dalam  penanganan terdampak gempa, UPVC merupakan solusi yang paling cocok, karena dalam tempo kurang dari satu minggu setelah bencana warga terdampak langsung bisa di tempat tinggal yang dibuat darurat dengan UPVC. Sehingga lebih manusiawi dan memberikan  semangat warga yang terdampak untuk meningkatkan pemulihan,” ungkapnya.

Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa teknologi ini langsung menjawab persoalan yang selama ini ada. Lebih lagi teknologi ini juga sudah dikembangkan untuk nelayan, pembuatan kapal sehingga kata tepat guna itu sangat tepat jika diberikan untuk teknologi UPVC.
“Teknologi ini ramah lingkungan sehingga membantu Indonesia untuk memenuhi target mitigasi perubahan iklim,”tukasnya.

Bambang Brodjonegoro meminta, PT Terryham Proplas Indonesia untuk tidak hanya fokus pada bisnis utamanya. PT Terryham Proplas dapat menjadi penggagas atau inisiatornya dan terus melakukan Research and Development (RnD) untuk penguatan UPVC.  Yang lebih penting adalah bisa melibatkan perguruan tinggi untuk meningkatkan produk Kends UPVC itu sendiri. Selain itu berupaya untuk melakukan diseminasi teknologi yang dikuasai, melalui perguruan tinggi kepada masyarakat dalam artian yang luas. Melalui teknologi UPVC ini juga dapat semakin dikenal dan kembangkan oleh berbagai pihak di Indonesia. 
“Pemahaman mengenai UPVC maupun teknologinya dapat dikuasai oleh banyak pihak di Indonesia dan melahirkan banyak pengusaha-pengusaha baru, baik di bidang kontruksi  maupun di bidang rumahan,” tandasnya.

Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi UPVC, sehingga secara kegunaan tidak hanya untuk bahan pembuatan kusen dan jendela. Hasil pengembangan UPVC dapat juga untuk bahan pembuatan rumah, tempat usaha (warung) dan perahu nelayan.

“Rencana sesuai dengan gebrakan Menristek arahnya penguatan di inovasi. Dari rumah berbahan UPVC ini tahan gempa, pengerjaanya cepat hanya dua setengah hari, perlatan lebih muda dan tahan cuaca, serta harganya terjangkau,” katanya.