Meski Daerah Penghasil Ikan, Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Kendal masih Rendah

Meski Daerah Penghasil Ikan, Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Kendal masih Rendah

0
180

Swarakendal.com : Tingkat konsumsi ikan di masyarakat Kabupaten Kendal ternyata cukup rendah. Padahal, Kabupaten Kendal berada di wilayah pesisir pantai, dengan ribuan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, bahwa angka konsumsi ikan di Kabupaten Kendal masih rendah, yakni 30,8 kilogram per kapita per tahun. Angka ini lebih rendah dari konsumsi ikan se Jawa Tengah yang mencapai 40 kilogram per kapita per tahun, bahkan lebih rendah secara nasional yang mencapai 50 kilogram per kapita per tahun. “Iya, konsumsi makan ikan masih rendah, makanya kami terus melakukan gerakan makan ikan, terutama kepada anak-anak balita untuk membantu mencegah stunting,” katanya. 

Menurutnya, produksi ikan di Kabupaten Kendal sebenarnya melimpah, namun banyak dijual ke luar daerah, bahkan ada yang diekspor ke luar negeri, seperti udang paname. Di Kabupaten Kendal pun memiliki beberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang setiap hari aktif beroperasi, seperti TPI Tawang, TPI Tanggul Malang, TPI Bandengan dan TPI Karangsari. Selain itu juga banyak budidaya ikan tambak dan air payau, seperti bandeng, nila dan lele. 

“Produksi ikan di Kendal sebenarnya melimpah, tapi banyak yang dikirim ke luar daerah, seperti ikan tongkol, teri yang dikirim sampai ke Jakarta, bahkan ada yang dikirim ke luar negeri, seperti udang paname,” jelasnya.

Untuk meningkatkan gemar makan ikan di masyarakat, pihak DKP melakukan upaya, di antaranya mengadakan pelatihan inovasi olahan ikan. Hal ini supaya tidak bosan makan ikan, jika hanya digoreng atau direbus saja, tetapi perlu diolah dengan berbagai macam olahan. “Program DKP Kendal juga mengadakan pelatihan olahan ikan supaya tidak bosan makan ikan yang hanya digoreng saja,” ujarnya. 

DKP Kendal juga berkolaborasi dengan PKK untuk menggerakkan budidaya ikan di rumah, misalnya memelihara ikan lele di ember atau damber. Dengan demikian, masyarakat tidak harus beli ikan, tetapi bisa budidaya sendiri di rumah. PKK juga mengadakan pelatihan memasak olahan ikan kepada kader-kader PKK di kecamatan. 

Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Kendal, Waode Selfi Davia mengatakan, pelatihan memasak olahan ikan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan gemar makan ikan, terutama kepada anak-anak balita. Dengan demikian anak-anak menjadi gemar makan, sehingga menjadi anak yang sehat, cerdas dan terhindar dari stunting. 

“Untuk mengatasi stunting memang harus dilakukan oleh semua pihak, seperti PKK dengan mengadakan pelatihan memasak olahan ikan. Ibu-ibu PKK sampa tingkat desa di posyandu-posyandu juga aktif melakukan edukasi atau sosialisasi gemar makan ikan,” tandasnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.