PBSI Kendal Gelar Kejurkab Bulutangkis 2015

0
911
Sebanyak 241 peserta dari 16 klub mengikuti Kejuaraan Kabupaten Bulutangkis PBSI Kabupaten Kendal 2015 yang berlangsung di GOR Bahurekso Senin-Rabu (21-23/12/2015). Kejuaraan kali ini hanya mempertandingkan kelompok usia maksimal kelahiran 2007 (SD kelas 1) sampai kelompok usia maksimal kelahiran 1999 (SMP kelas 3). Rincinya, kelompok tunggal usia pra dini putra dan putri (max 2007), tunggal usia dini putra dan putri (max 2005), tunggal anak putra dan putri (max 2003), tunggal pemula putra dan putri (max 2001), tunggal remaja putra dan putri (max 1999). Juga kelompok ganda dewasa putra (usia bebas). Sayangnya tidak mempertandingkan kelas taruna atau kelompok pelajar SLTA.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kendal Sri Haryani mengatakan, kejuaraan kali ini jumlah pesertanya meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Demikian pula jumlah klubnya juga lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun 2012 hanya diikuti 8 klub, kemudian tahun 2014 lalu hanya 12 klub. Hanya saja untuk kelompok taruna atau kelompok usia pelajar SLTA tidak dipertandingkan. Menurut Yani, karena pendaftarnya kurang dari 8 anak, sehingga tidak jadi dipertandingkan. “Sesuai ketentuan, pertandingan bisa dimainkan,  minimal 8 peserta,”jelasnya.

Menurut Yeni, minimnya atlet bulutangkis pada kelompok usia pelajar SLTA, karena lebih memfokuskan sekolah, terutama kelas 3 yang sedang mempersiapkan ujian nasional. Biasanya pihak orang tua tidak mengizinkan anaknya mengikuti latihan, supaya bisa fokus belajar mempersiapkan ujian.
Terkait dengan prestasi bulutangkis Kab Kendal tahun 2015 ini, baru sampai di tingkat eks karesidenan, belum sampai meraih juara di tingkat provinsi. Namun ada beberapa atlet yang prestasinya cukup bagus, tapi lebih memilih bergabung dengan klub luar Kendal. Ada yang bergabung dengan klub di Semarang, bahkan ada yang bergabung klub di Jakarta. Nama-nama atlet tersebut di antaranya Angga Kusuma, Fentri Susilo, Rio Aditama, Doni Wirayuda yang hijrah ke Semarang. Menurut Yeni, mereka lebih memilih klub luar kota karena memberikan fasilitas yang lebih baik, seperti bebas biaya latihan, bahkan dibiayai saat bertanding mengikuti even-even kejuaraan di luar.

Penguru PBSI Kendal, Erwin, sebenarnya sangat disayangkan pindahnya beberapa atlet bulutangkis Kendal daerah lain. Untuk itu Pemkab harus lebih memperhatikan para atlet yang berprestasi, misalnya dengan diberi pekerjaan atau dibiayai kuliahnya.  (Ab)