Pegawai Disdag Kendal Ramai-ramai Beli Cabai Langsung ke Petani

Pegawai Disdag Kendal Ramai-ramai Beli Cabai Langsung ke Petani

0
20

Swarakendal.com : Para pegawai Dinas Perdagangan Kendal melakukan pembelian cabe langsung ke petani. Melalui ketua kelompok tani dari Desa Bangunsari Kecamatan Patebon sebanyak 90 kilogram cabe rawit dibawa ke kantor Dinas Perdagangan pada Jumat (10/09/2021). Cabe rawit segar yang sudah dikemas per 1 kilogram dengan Rp 12 ribu itu pun langsung habis. Harga tersebut lebih tinggi dari pembelian tengkulak ke petani.

Plt Kepala Dinas Perdagangan  Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, gerakan ASN beli cabai dari petani ini atas instruksi dari Bupati Kendal. Tujuannya untuk meringankan beban para petani di tengah kondisi harga cabai yang saat ini sedang anjlok. Selain itu untuk memberikan semangat kepada para petani, karena hadirnya pemerintah daerah yang peduli terhadap nasib para petani. Ia berharap, gerakan beli cabai dari petani segera diikuti para ASN dari OPD lainnya. “Dengan gerakan ASN membeli cabai dari petani ini diharapkan bisa meringankan beban para petani, dan bisa lebih tambah semangat ke depannya, bahwa Pemerintah Daerah Kendal hadir di tengah-tengah kesulitan para petani cabai,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Bangunsari Patebon, Suwandi merasa senang atas respon positif dari pemerintah daerah Kendal yang melakukan gerakan ASN membeli cabai langsung ke petani. Pasalnya, dengan hadirnya pemerintah daerah seperti ini, maka bisa meringankan beban para petani. “Mudah-mudahan ini suatu suntikan buat kami, para petani, dan juga buat para ASN yang ada di Kabupaten Kendal ini agar membeli cabai dari petani,” ucapnya.

Suwandi mengatakan, di Desa Bangunsari ada sekitar 100 hektar lahan sawah yang ditanami cabai. Pada masa panen rata-rata bisa memanen sekitar 1,5 ton per hari. Namun pada panen tahun ini harga cabai dari petani anjlok hingga Rp. 4.000 per kilogram. Anjloknya harga cabai ini bersamaan ketika kondisi pandemi sedang parah, pada awal Juni lalu. “Harga cabai anjlok sampai 4.000 per kilogram ketika itu, terus terang karena adanya PPKM banyak warung tutup dan masyarakat tidak boleh menggelar hajatan,” ujarnya.

Secara berangsur  mengalami kenaikan hingga saat ini sudah mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Sebenarnya harga cabai yang standar dari petani, paling tidak Rp 20 ribu per kilogram, baru para petani bisa mendapatkan keuntungan.