Pekan Perempuan Pedesaan

0
668

Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Perempuan Pedesaan Internasional 15 Oktober, Hari Pangan Sedunia 16 Oktober dan Hari Penghapusan Kemiskinan Sedunia 17 Oktober, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi menggelar Pekan
Perempuan Pedesaan di Kabupaten Kendal bertempat di Pendopo Pemkab, 15 hingga 17 Oktober 2015.

Kegiatan yang mengusung tema ” Perempuan Pedesaan Merebut Kembali Hak – haknya atas Perlindungan Sosial dan Pembangunan Desa ” dipusatkan di Kabupaten Kendal lantaran menurut Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari, Pemerintah Kabupaten Kendal akomodatif dan partisipatoris dan Kendal kaya akan UKM dan industri rumahan yang umumnya digerakkan wanita khusunya di pedesaan.

Dian menerangkan, kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi dan mengakui peran strategis perempuan pedesaan dalam pembangunan, membangun solidaritas perempuan pedesaan, merumuskan strategi pembangunan jaringan UMKM perempuan dalam produksi dan pemasaran produk pedesaan dan merumuskan strategi untuk memperkuat peran politik, ekonomi dan kepemimpinan perempuan di pedesaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sujatmoko yang membuka kegiatan tersebut, mengajak semua pihak untuk memberikan porsi bagi keberpihakkan pada wanita khusunya perempuan pedesaan lantaran dalam kondisi lemah baik karena kemiskinan maupun kurang berpendidikan.

Senada, Pj Bupati Kendal Drs. Kunto Nugroho Hari Putranto, M.Si mengakui Pekan Perempuan Pedesaan bisa menggugah semangat baru untuk memberikan perhatian soal perempuan di pedesaan sehingga ke depan bisa dilaksanakan program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Kendal.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi dengan seminar, lokakarya, konferensi pers, pentas seni tradisional dan bazar. Peserta kegiatan merupakan anggota Koalisi Perempuan Indonesia di balai – balai perempuan yang berdomisili di desa – desa baik dari Kelompok Kepentingan Petani, Kelompok Kepentingan Nelayan dan Kelompok Kepentingan Desa.

Jumlah peserta sekitar 250 orang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Banten, NTT dan NTB. Selain itu juga berasal dari organisasi perempuan nasional dan Jawa Tengah, UKM serta kepala desa di Kabupaten Kendal. (-disadur dari website resmi kab. kendal)