Pemerintah hanya Subsidi Pupuk Urea dan NPK

Pemerintah hanya Subsidi Pupuk Urea dan NPK

0
594

Swarakendal.com : Pemerintah hanya akan memberikan subsidi kepada petani untuk dua jenis pupuk saja, yakni pupuk Urea dan NPK. Keputusan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI Nomor 10 tahun 2022 tentang Pupuk Bersubsidi yang efektif berlaku mulai bulan Juni 2022.

Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang diketuai Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal mulai melakukan sosialisasi Permentan ini di Kabupaten Kendal di Rumah Makan Aldila, Kamis (8/9/2022). Tim KP3 beranggotakan dari unsur produsen pupuk, Polres Kendal, Kodim Kendal dan Kejaksaan Negeri Kendal. 

Edi Ekandria, selaku produsen Pupuk Indonesia mengatakan, sesuai Permentan ini, pemerintah hanya memberikan subsidi pada pupuk Urea dan NPK. Untuk pupuk pupuk ZA, SP36, pupuk organik, baik padat maupun cair tidak lagi disubsidi. “Yang disubsidi tinggal pupuk Urea dan ZA saja,” tandasnya. 

Edi menambahkan, meskipun pemerintah mencabut sejumlah pupuk bersubsidi, namun pemerintah akan memberikan tambahan pupuk subsidi jenis NPK. Pasalnya, kebutuhan pupuk NPK cukup besar bagi petani. Berdasarkan keterangan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, untuk tambahan pupuk NPK sudah mengajukan sebanyak 80 ribu ton. “Untuk Jawa Tengah yang sudah pasti ada tambahan NPK sebanyak 50 ribu ton, tapi mudah-mudahan bisa terealisasi 80 ribu ton, sesuai dengan kebutuhan para petani,” ujarnya. 

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) elektronik pupuk bersubsidi Kabupaten Kendal tahun 2020 total sebanyak 73.898 penerima. Kemudian RDKK di tahun 2021 sebanyak 87.315 penerima dan tahun 2022 sebanyak 88.412 penerima. RDKK tersebut di tahun 2020 untuk luass tanaman 122.047,02 hektare. Kemudian di tahun 2021 untuk luas tanaman 147.524,53 hektare dan tahun 2022 untuk luas tanaman 148.988,24 hektare. 

Kepala DPP Kendal, Pandu Rapriat Rogojati berharap, dengan penghapusan beberapa jenis pupuk bersubsidi, para petani bisa mengoptimalkan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik tidak harus membeli, tetapi bisa membuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada, sehingga akan mengurangi biaya produksi. “Harapan kami, petani akan beralih menggunakan pupuk organik, karena terkait kualitas hasil dengan pupuk organik ini lebih baik. Juga terkait pencemaran lingkungan dari pupuk kimia yang untuk mengembalikan lagi butuh biaya yang sangat mahal,” harapnya. 

Ketua Paguyuban Distributor Pupuk Kabupaten Kendal, Dedi Adhari berharap, distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan sesuai dengan prinsip 6 tepat, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu. Selain itu harus sesuai dengan penerima yang telah ditetapkan melalui RDKK elektronik. “Jadi semuanya harus sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan,” harapnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.