Pemerintah Putuskan Tunda Pemberangkatan Haji Tahun 2020, Akibatnya 1.016 Calon Jamaah Haji dari Kendal Tertunda ke Tanah Suci

Pemerintah Putuskan Tunda Pemberangkatan Haji Tahun 2020, Akibatnya 1.016 Calon Jamaah Haji dari Kendal Tertunda ke Tanah Suci

0
501
Pemerintah melalui Kementerian Agama RI secara resmi telah mengumumkan tentang pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kendal, Saerozi, mengatakan sebanyak 1.016 calon jamaah haji dari Kendal sebenarnya sudah siap untuk berangkat ke tanah suci 2020. Semua jamaah tersebut telah melakukan pelunasan tahap satu maupun dua, serta sudah melakukan pengurusan dokumen dengan baik. Hampir seluruhnya sudah mempunyai paspor dan siap diproses untuk mendapatkan visa. “Untuk jamaah haji di Kabupaten Kendal sebenarnya sudah siap untuk pemberangkatan haji tahun 2020 ini, namun mengikuti keputusan pemerintah, walaupun sebenarnya para jamaah haji pasti banyak yang kecewa,” katanya, Selasa (2/6/2020).

Terkait dengan penundaan pemberangkatan ibadah haji tahun ini, pihaknya menyampaikan, bagi calon jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan, diperkenankan untuk mengambil dana yang telah dibayarkan, dengan catatan tidak mendapatkan optimalisasi pengelolaan. Dan bagi jamaah yang bersedia tidak mengambil dana tersebut, akan dimasukkan pada perhitungan pengelolaan 2021. “Namun jika terdapat kelebihan maupun kekurangan pada biaya operasional haji tahun depan, nantinya menjadi tanggungjawab calon jamaah masing-masing,” jelasnya.
Adanya penundaan ini, pihaknya segera melakukan sosialisasikan kepada seluruh calon jamaah, melalui KBIH yang ada di Kabupaten Kendal. Dengan mundurnya jadwal, otomatis jadwal pemberangkatan pada tahun-tahun setelahnya mundur sesuai urutannya.
Adanya keputusan penundaan pemberangkatan haji tahun ini membuat Sri Murniati dan Sarnoto sedekit kecewa. Pasangan suami istri yang tinggal di Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong ini sudah siap segalanya, seperti menggelar selamatan bahkan sudah membeli oleh-oleh di antaranya sajadah, sarung, mukena, poci dan lainnya. Mereka berdua yang mendaftar ibadah haji sejak tahun 2011 akan diberangkatkan tahun 2019, namun ternyata hanya sebagai daftar cadangan dan pada tahun 2020 ini sudah terdaftar sebagai calon jamaah haji. “Ya kecewa sih, tapi ini kan keputusan pemerintah, semoga saja ini keputusan yang terbaik dan mungkin Allah mempunyai rencana yang lebih baik,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.