Pemkab Kendal Gratiskan Biaya Rapid Test bagi Santri

Pemkab Kendal Gratiskan Biaya Rapid Test bagi Santri

0
400

Sebanyak 56 santri dari Kendal yang akan berangkat ke pondok pesantren di Sarang Rembang Jawa Tengah melakukan rapid test gratis yang difasilitasi Pemkab Kendal di Stadion Utama Kendal, Sabtu (13/6/2020). Rapid test ini untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat Covid-19 sebagai persyaratan untuk kembali menimba ilmu di pondok pesantren.
Para santri yang melakukan rapid test sudah membawa bekal, karena langsung berangkat menggunakan dua bus yang difasilitasi Baznas Kendal. Hasil dari rapid test, semuanya tidak ada yang reaktif. Pelepasan rombongan santri dilakukan oleh Bupati Kendal Mirna Annisa dan Ketua Baznas Kendal serta beberapa pejabat. Sebelum naik bus, barang-barang yang dibawa santri terlebih dulu disemprot dengan disinfektan.
Kepala Dinas Kesehatan, Ferinando Bonay mengatakan, menurut data dari Bagian Kesra, jumlah santri asal Kendal yang akan kembali pondok pesantren di luar daerah sebanyak 1.230 orang. Sedangkan jumlah santri asal luar daerah yang menimba ilmu di pondok pesantren di Kabupaten Kendal sekitar 15 ribu orang. Rapid test ini akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal sampai Agustus mendatang. “Kami menghimbau kepada semua santri supaya tidak bertukar peralatan pribadi, karena berpotensi menyebarkan virus,” imbaunya.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, Pemkab Kendal tidak hanya memfasilitasi semua santri asal Kendal berupa rapid test gratis, tetapi juga para santri dari luar daerah yang mondok di Kabupaten Kendal. Rapid test ini untuk memastikan para santri bebas dari covid-19, sehingga menjamin kesehatan dan rasa aman. “Rapid test ini akan dilakukan terus secara berkelanjutan,” katanya.

Salah seorang santri, Muhammad Rizki Nasrullah merasa senang dengan adanya rapid test gratis yang difasilitasi Pemkab Kendal. Pasalnya, untuk melakukan rapid test mandiri perlu biaya yang cukup mahal. “Kami merasa senang dengan rapid test gratis ini, sehingga kami merasa terjamin kesehatannya untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren,” ucapnya.