Pemkab Kendal Kembali Luncurkan Program Perumahan Bersubsidi KPR Mikro Komunitas

Program Perumahan Bersubsidi KPR Mikro Komunitas

0
860
Pemkab Kendal kembali akan melakukan program perumahan bersubsidi KPR Mikro komunitas tahun 2019. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. Untuk program ini, pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 35 juta berupa pembangunan rumah. Namun syaratnya harus memiliki tanah, sehingga untuk kepemilikan tanah akan bekerja sama dengan bank sebagai pihak pemberi kredit kepemilikan tanah bagi peserta.
Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kendal, Juni Isyanta menjelaskan, program bantuan perumahan berbasis komunitas di tahun 2019 ini hanya untuk 135 peserta. Perumahan yang akan dibangun adalah type 35 yang lokasinya sudah ditentukan, karena berbasis komunitas. Ada tiga lokasi kawasan yang sedang dipersiapkan, yaitu di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri, Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal dan Desa Ngadiwarno Kecamatan Sukorejo. “Saat sedang proses pendataan dan seleksi pesertanya,” katanya.
Kepala Dinas Perkim Kendal, Ahmad Noor Fauzie mengatakan, bahwa proyek ini pertama kali dilakakukan di Desa Curugsewu Kecamatan Patean pada tahun 2018, yang diberi nama Perumahan Curugsewu Asri Patean. Perumahan ini dikenal dengan program perumahan KPR ABCG, karena merupakan hasil kerja sama pihak Akademisi, Bank, Community dan Government.  “Program ini di Indonesia pertama kali dilakukan oleh Pemkab Kendal, dan mendapat penilaian bagus dari pemerintah pusat, sehingga Pemkab Kendal menjadi juara pertama dalam hal inovasi bidang infrastruktur,” jelasnya.
Fauzi mengatakan, berkat program ini, banyak daerah lain yang datang ke Pemkab Kendal untuk melakukan studi banding. Pasalnya program ini dinilai oleh pemerintah pusat sebagai solusi yang tepat untuk membuat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Sudah banyak daerah lain yang studi banding ke sini, bahkan banyak juga yang dari luar Jawa, karena ingin belajar ke Pemkab Kendal terkait program ini,” katanya.