Pemuda Pancasila Gelar Festival Drum Blek Kaliwungu

0
869

Festival Drum Blek yang digelar di Lapangan Brimob Kaliwungu Minggu (9/10/2016) rupanya membuat penasaran masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya. Hal ini tampak dari banyaknya warga yang datang menyaksikan festival yang baru pertama kali digelar ini hingga membuat lapangan dipenuhi warga.

Festival yang iikuti 34 grup Drum Blek di Kabupaten Kendal ini memang unik. Selain peralatan musiknya yang lebih banyak menggunakan alat-alat dapur yang sudah tidak terpakai, juga sebagian besar peserta mengenakan kostum tradisional, seperti punakawan, kain batik, hingga kostum ala badut. Festival Drum Blek ini benar-benar unik dan menarik.

Kegiatan ini digelar oleh PAS Pemuda Pancasila Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan bekerja sama dengan Ayacom Advertising pimpinan Wiwik Yogi. Menurut Wiwik, selaku ketua panitia, sengaja menggelaf festival drum blek karena ingin mengangkat potensi lokal. Masyarakat Kaliwungu yang masih mempertahankan tradisi harus terus digairahkan. “Dengan mengangkat budaya lokal, kami ingin menjadikan Kaliwungu ini menjadi kota budaya,”harapnya.

Wiwik, yang giat mengangkat budaya lokal Kaliwungu mengatakan, ingin mengajak anak-anak muda supaya mencintai budaya lokal. Pasalnya, dengan mengangkat budaya lokal seperti drum blek, maka nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong akan tetap terjaga. “Melalui drum blek, maka anak-anak bisa kumpul bersama saat latihan, sehingga anak-anak tidak bermain gadget melulu yang cenderung individu,”ujarnya.

Sementara itu pengurus MPC Pemuda Pancasila Kendal, Anjar Wibodo mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara HUT Pemuda Pancasila 28 Oktber 2016. Pemuda Pancasila ingin menyatu dengan masyarakat, sehingga sengaja mengadakan kegiatan yang bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Kegiatan lainnya di antaranya ada bakti sosial, bazar UMKM, dan festival band. “Kami ingin keberadaan Pemuda Pancasila dapat memberi manfaat kepada masyarakat,”harapnya.

Terkait dengan festival drum blek, Anjar mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya menjadikan Kaliwungu sebagai pusat budaya. Menurutnya, banyak potensi lokal Kaliwungu yang bisa diangkat dan terus dihidupkan. “Jika budaya berkembang, maka perekonomian juga ikut berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat akan meningkat,”katanya.