Pengusaha Galian C Berjanji akan Perbaiki Jalan Rusak Akibat Dilalui Truk-truk Pengangkut Galian

0
587

Pengusaha galian C Kab Kendal berjanji akan mematuhi ketentuan atau peraturan. Hal ini sesuai hasil pertemuan dengan Bupati Kendal dr Mirna Annisa bersama dinas terkait di Balai Desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Selasa (14/6/2016). Bupati Mirna mengatakan, hasil pertemuan, pengusaha galian C akan mematuhi peraturan dan kesepatakan yang telah ditandatangani sebelum mendapatkan ijin dari pemerintah. “Mereka akan memelihara jalan yang rusak karena dilalui truk-truk pengangkut galian,”katanya.

Seorang pengusaha, Jumarno, tidak merasa keberatan dengan hasil pertemuan. Untuk memberbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk pengangkut galian, Jumarno mengatakan akan bersama-sama dengan pengusaha lainnya untuk melakukan perbaikan. “Ya nanti kami akan berembug dengan teman-teman yang lain untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak  itu,”katanya.

Usai pertemuan, Bupati Mirna langsung sidak ke jalan menemui para sopir truk yang mengangkut galian. Para sopir yang muatannya tidak sesuai aturan, seperti tidak menutup rapat muatan atau muatannya berlebihan diberi peringatan agar mematuhi peraturan.

Keberadaan galian C di Kab Kendal banyak dikeluhkan masyarakat. Banyak jalan yang rusak akibat muatan truk-truk pengangkut galian melebihi batas ketentuan. Juga muatan yang tidak ditutup rapat itu menimbulkan debu-debu di sepanjang jalan yang dilalui truk-truk tersebut. Pihak terkait seperti Badan Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Bina Marga sebenarnya sudah sering memberikan teguran, namun tetap saja mengulangi pelanggaran, karena belum ada sanksi yang membuatnya jera. Kepala BLH Kendal, Ratno mengatakan, sudah sering memberikan peringatan. “Belum sampai memberikan sanksi, tapi kami terus memberikan pembinaan,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga SDA ESDM Kendal Agung Setiawan menambahkan,  di Kab Kendal ada 18 pengusaha galian c yang sudah berijin, dan 3 yang masih proses perijinan. Sayangnya yang masih proses perijinan ikut juga melakukan kegiatan penambangan. “Yang ijinnya belum turun atau masih dalam proses yang dilarang beroperasi,”kata Agung.