Penyebaran Covid-19 di Kendal kembali Tunjukkan Tren Menurun

Penyebaran Covid-19 di Kendal kembali Tunjukkan Tren Menurun

0
110

Swarakendal.com : Pada awal-awal Ramadan, penyebaran virus Corona di Kabupaten Kendal sempat mengalami kenaikan. Namun mulai pertengahan Ramadhan kembali menunjukkan tren menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Ferinando Rad Bonay mengatakan, sebelum memasuki Ramadan penyebaran Covid-19 per hari rata-rata ada 9 orang. Namun tiba-tiba pada awal Ramadan naik menjadi 11 orang per hari. Petugas pun kembali melakukan pengetatan, baik razia masker maupun pengetatan terhadap warga hendak mudik. “Mulai pertengahan Ramadan penyebarannya sudah turun lagi, rata-rata per hari 10 orang,” jelasnya.

Ferinando mengatakan, untuk mengantisipasi warga yang mudik, pihaknya sudah memberikan 50 alat bantu rapid test antigen pada masing-masing puskesmas agar bisa difungsikan untuk skrining Covid-19. Satgas di tingkat PPKM Mikro diwajibkan melaporkan warga yang baru mudik untuk dilakukan pemeriksaan tes swan antigen. “Untuk sementara baru Kecamatan Pageruyung yang sudah melaporkan, ada 49 warga yang mudik dan sudah dilakukan tes swab antigen, sehingga minta tambahan alat bantu rapid tes antigen. Untuk hasil tes swabnya negatif sema,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kendal, Moh Toha mengatakan, dalam pencegahan Covid-19, Pemkab Kendal selalu menindaklanjuti Surat Edaran dari pemerintah pusat maupun provinsi. Misalnya terkait larangan mudik pada Lebaran tahun ini, Pemkab Kendal melakukan pengetatan terhadap siapa saja yang masuk ke wilayah Kendal,  semuanya harus menunjukkan surat keterangan tes swab antigen dengan hasil negatif. “Penjagaan ketat dilakukan di tiga posko pintu keluar tol, semua yang masuk wilayah Kendal akan diperiksa,” ujarnya.

Penurunan penyebaran bisa dilihat dari jumlah pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Kendal yang semakin berkurang. Miaslnya, Rumah Sakit dr Soewondo Kendal dari 66 ruang, hanya ada 17 pasien. Rumah Sakit Charlie, dari 18 ruang, hanya 1 ruang yang terisi. Rumah Sakit Darul Istiqomah dari 10 ruang, hanya 2 ruang yang terisi. Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal dari 20 ruang hanya 9 ruang yang terisi. Sedangkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 sudah tidak ada satu pun pasien covid-19.