Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Kendal Diisi Sarasehan dan Dialog Pekerja, Pengusaha dan Pemkab Kendal

Peringatan Hari Buruh di Kab Kendal 2018

0
725

Memperingati Hari Buruh Internasional pada Selasa 1 Mei 2018 diadakan acara Sarasehan dan Dialog Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah Kab Kendal yang digelar di Pendopo Kab Kendal. Acara ini diikuti ratusan buruh perwakilan dari berbagai perusahaan dan dihadiri Bupati Kendal dr Mirna Annisa bersama anggota Forkompinda serda para pejabat Pemkab Kendal. Acara diramaikan hiburan organ tunggal, pembagian hadiah lomba dan pemberian santunan kepada beberapa buruh yang sakit berkepanjangan.

Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Kendal, Royke Yunan mengatakan, peringatan Hari Buruh tahun ini tidak digelar di ruang terbuka seperti halaman Stadion Utama Kendal pada tahun-tahun sebelumnya, tapi diadakan di Pendopo Kabupatan. Alasannya, karena tahun ini mendekati tahun politik, sehingga kegiatannya tidak dilakukan di ruang terbuka, supaya tidak ada pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan politik. “Kalau digelar di ruang terbuka, khawatir ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyusup untuk memanfaatkan kepentingan politik,”katanya.

Royke yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah dan Wakil Ketua Apindo Kab Kendal menambahkan, peringatan Hari Buruh tahun ini lebih diutamakan untuk kepentingan kaum buruh sendiri, seperti menggelar berbagai lomba dan memberikan santunan kepada beberapa buruh yang mengalami sakit berkelanjutan. “Anggaran kegiatan Peringatan Hari Buruh yang berasal dari patungan anggota Apindo, semuanya lebih ditujukan untuk  kaum buruh,”ujarnya.

Dialog dilakukan bersama Bupati Kendal dr Mirna Annisa, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono dengan perwakilan buruh dan perwakilan pengusaha. Bupati Kendal dr Mirna Annisa memuji peringatan Hari Buruh yang tidak digelar di ruang terbuka, tapi diadakan di Pendopo Kabupaten dengan alasan supaya tidak djadikan komoditas politik. “Ini menunjukkan kaum buruh itu cerdas. Walaupun secara individu, para buruh memiliki hak politik, namun tidak mau dijadikan sebagai alat untuk kepentingan politik,”katanya.

Bupati berharap, kekompakan buruh dengan pengusaha dan pemerintah supaya terus ditingkatkan. Kepada para pengusaha, Bupati berharap, kontribusi pengusaha kepada pemkab supaya lebih ditingkatkan lagi. Sementara kepad kaum buruh, untuk memelihara hubungan baik dengan perusahaan dan instrispeksi diri. “Antara buruh dengan perusahaan harus menjaga hubungan yang harmonis, karena kedua pihak saling membutuhkan dan saling menguntungkan,”pungkasnya.