Petani Brangsong mulai Gunakan Mesin Pemanen Padi

0
728

Petani di Desa Tosari Kecamatan Brangsong untuk pertama kalinya memanen padi menggunakan mesin pemanen padi Senin (8/8/2016). Alat yang menyerupai traktor itu bisa memetik padi dan langsung keluar berupa gabah dalam kantong. Menurut Mantri Tani Kec Brangsong Setiabudi, mesin ini akan memudahkan petani saat memanen padi, yang selama ini kesulitan mencari tenaga pemetik padi. Dengan mesin ini, hasil panen juga bisa maksimal, karena hampir tidak ada gabah yang tersisa. “Sekarang kan cari orang untuk memetik padi sudah sulit, sehingga dengan adanya alat ini, petani tidak susah-susah lagi mencari orang,”katanya.

Mantri Budi mengatakan, Kec Brangsong memiliki dua alat mesin pemanen padi bantuan dari pemerintah, yaitu kepada kelompok tani di Desa Rejosari dan Tunggulsari. Namun alat tersebut bisa dipakai oleh petani dari desa lainnya. “Nanti, sistemnya bisa sewa,”ujarnya.

Seperti dikatakan Ketua Kelompok Tani Rejo Makmur 1 Desa Rejosari, Juweni, alat ini akan dikelola oleh desa bersama kelompok tani untuk disewakan kepada para petani. Juweni juga merasa terbantu dengan adanya alat pemotong padi ini. “Lebih praktis dan yang jelas tidak kebingunan lagi mencari banyak tenaga ketika akan memanen padi,”katanya.

Panen perdana menggunakan mesin pemotong padi ini disaksikan Pj Kades Rejosari, Jumput Sunaryo, anggota Koramil Kec Brangsong dan para petani setempat. Saat ini di Desa Tosari Kec Brangsong sedang masa panen raya, dengan hasil panen yang cukup bagus. Untuk Desa Tosari, panen kali ini, benihnya merupakan bantuan dari pemerintah. Ada dua kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih padi dari pemerintah, yang per hektarnya mendapat bantuan bibit 25 Kg.