Pilih Ketua Baru, DPC Pertuni Kendal Gelar Muscab II

Pilih Ketua Baru, DPC Pertuni Kendal Gelar Muscab II

0
132

Swarakendal.com : Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kendal ke-2 yang digelar di Aula BPR Nusamba Cepiring, Sabtu (25/6/2022) tampak semarak. Puluhan anggota Pertuni yang mengenakan seragam berwarna biru tampak bergairah mengikuti persidangan untuk memilih kepengurusan periode 2022-2027. 

Ketua Panitia Penyelenggara Muscab. Farikhin mengatakan, ada tiga calon yang maju pada pemilihan Ketua DPC Pertuni Kendal, yakni Ahmad Fauzan, Imam Sahrozi dan Slamet Ahmad, yang merupakan hasil pra Muscab beberapa waktu lalu. Jumlah anggota yang memiliki hak pilih juga sudah ditentukan sebanyak 64 anggota. Mekanismenya, tiga calon yang akan dipilih dalam bentuk bentuk gambar, yaitu gambar segitiga, lingkaran dan segiempat. “Nama-nama calon yang akan dipilih sudah ditentukan pada pra Muscab, juga jumlah anggota yang berhak memilih juga sudah ditentukan, sehingga hari ini tinggal melakukan pemilihan,” jelasnya.

Sebagai anggota, Farikhin berharap, program dan kegiatan pada kepengurusan Pertuni kendal yang baru nanti bisa lebih baik. Ia pun mengusulkan untuk program ke depan, di antaranya kegiatan dua bulan diaktifkan, melakukan kunjungan ke rumah anggota yang terisolir. Usulan lainnya melakukan sosialisasi kegiatan anggota, seperti jasa terapi pijat supaya semakin dikenal. “Kepengurusan periode pertama sudah bagus, namun ke depan supaya lebih bagus lagi, di antaranya mengadakan kegiatan bakti sosial memperkenalkan jasa pijat, karena banyak anggota Pertuni yang berprofesi jasa terapi pijat,” ujarnya.

Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan dan Pemberdayaan Penanganan Sosial Dinas Sosial Kendal, Joko Hartoto mengatakan, Dinsos Kendal mendukung kegiatan semua kegiatan Pertuni, dan penyandang disabilitas lainnya. Dukungan yang sudah dilakukan di antaranya memfasilitasi kegiatan disabilitas, melakukan pendataan untuk diajukan ke kementerian sosial. Selain itu juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terlibat dalam penanganan disabilitas seperti Baznas. “Beberapa hal yang sudah direalisasikan di antaranya bantuan tongkat untuk tunanetra, kaki palsu, sepatu khusus dan kursi roda,” katanya. 

Joko menambahkan, tahun ini sedang tahap pengesahan Raperda Disabilitas. Dengan Raperda ini diharapkan menjadi payung hukum dalam penanganan disabilitas di Kabupaten Kendal. “Tahun ini Raperda Disabilitas bisa disahkan, tinggal menunggu persetujuan gubernur,” pungkasnya.