Plasma Darah Konvalesen masih Dibutuhkan Pasien Covid-19 di Jateng

Plasma Darah Konvalesen masih Dibutuhkan Pasien Covid-19 di Jateng

0
301

Swarakendal.com : Kebutuhan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah masih kurang. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, selaku Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jateng, saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kendal Rabu 16 Juni 2021 di Gedung Abdi Praja Kendal.

Sampai saat ini belum ada obat paten untuk pasien Covid-19. Salah satu metode pengobatan pasien Corona yang efektif menyembuhkan adalah terapi plasma darah konvalesen. Plasma darah konvalesen didapat dari penyintas Covid-19 atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Saat ini layanan donor plasma darah konvalesen di Jawa Tengah hanya bisa dilakukan di di tiga Markas PMI, yakni PMI Solo, Kota Semarang dan Banyumas.

Wagub Taj Yasin yang didampingi Ketua PMI Provinsi Jateng Sarwa Pramana mengatakan, permintaan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah sebanyak 11.197 kantong, namun yang terpenuhi sebanyak 10.136 atau sekitar 91 persen. Selama ini kebutuhan plasma darah konvalesen banyak didapat dari anggota TNI dan Polri penyintas Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya akan mencari di pondok-pondok pesantren melalui pengasuh pondok pesantren, karena lebih mudah untuk mengerahkan para santri penyintas Covid-19. “Di pondok pesantren itu lebih mudah, karena jika kyai pengasuh pondok pesantren yang meminta, pasti santri akan mematuhi,” katanya.

Sementara itu Ketua PMI Kendal dr Budi Mulyono mengatakan, PMI Kendal belum memiliki fasilitas untuk melayani donor plasma darah konvalesen// Oleh karena itu bila ada pendonor darah konvalesen, maka pihak PMI Kendal hanya bisa mengantarkan ke PMI Semarang. “Sementara ini, PMI Kendal hanya sebagai koordinator bila ada yang akan berdonor akan diantar ke PMI Semarang,” katanya.

Dikatakan, kegiatan PMI Kendal, selain melayani tugas donor darah, juga melakukan tugas kebencanaan, seperti membantu korban bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, korban di sungai, termasuk membantu korban kecelakaan lalulintas. PMI Kendal juga membantu penanganan Covid-19, karena termasuk bencana non alam. “Kami juga giat melakukan penyemprotan disinfektan, membantu pemulasaraan jenazah Covid-19, membagi masker dan lainnya,” jelasnya.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto berharap, PMI Kendal terus membantu penanganan Covid-19 di Kabupaten Kendal. Apalagi saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal meningkat tinggi, sehingga keterlibatan PMI sangat dibutuhkan, seperti melakukan penyemprotan disinfektan, sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. “Kami akan meningkatkan koordinasi dengan PMI dalam pencegahan Covid-19,” katanya.