Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro Gelar Apel 3 Pilar di Kendal

Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro gelar Apel 3 Pilar di Kendal

0
624

Kepala desa atau lurah bersama babinsa dan babinkamtibmas harus harus selalu kompak dan solid dalam menyelesaikan semua masalah di desa. Pesan ini disampaikan Kapolda Jateng   Irjen Pol Condro Kirono  saat gelar Apel sinergitas 3 Pilar di Pendopo Kabupaten Kendal yang diikuti seluruh Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Kades/lurah sekabupaten Kendal, Rabu (26/9/2018) di Pendopo Kabupaten Kendal.

 

“Tujuan diadakan Apel 3 Pilar untuk menguatkan soliditas antara kades/lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang merupakan unsur terdepan dalam pengamanan,”ujarnya.

Apel 3 Pilar ini digelar untuk menjaga keamanan menjelang digelarnya pemilu 2018 yang sejak 23 September 2018 sudah memasuki masa kampanye. Kades/lurah dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang nantinya akan mengelola pengamanan desa maka harus dibangun senergitas ke 3 pilar tersebut. “Kades/lurah bersama Babinsa dan Babinkamtibmas ini berada pada posisi yang sangat strategis yang diperlukan dalam pembangunan di daerah, oleh karena itu, Polda bersama daerah akan menguatkan agar tiga pilar itu selalu solid kompak dan  sinergitas,”katanya.

Dikatakan, sebelumnya kegiatan Apel 3 Pilar pada pilkada lalu hanya dilakukan di Klaten, namun dinilai kurang maksimal, maka tahun ini Kapolda beserta Pangdam langsung turun hingga tingkat Kabupaten. Disisi lain terkait titik rawan politik, Kapolda telah melakukan mapping. “Kerawanan politik sudah kita maping, namun menyangkut konflik sosial hingga saat ini berdasarkan pada saat pilkada tahun lalu tidak ada, kerawanan hanya pada letak geografis” terang Irjen Condro Kirono.

Sementara itu Pangdam yang diwakili Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fajari, mengatakan, unsur tiga pilar, kades/lurah, Babinkamtibmas, dan Babinsa harus solid, kompak dan bersaudara.  Apel tiga pilar ini merupakan ide cemerlang dari Kapolda Jateng. Bahwasanya Kades, Lurah, Banbinkamtibmas dan Babinsa berada pada posisi yang strategis. Posisi yang sangat strategis dan sangat diperlukan untuk melangsungkan pembangunan di daerah. Baik dibidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan perekonomian, serta pertahanan dan keamananan yang semua berasal dari wilayah desa dan keluarahan.  “Jadi pada posisi yang strategis inilah Polda dan Kodam akan selalu berupaya bersaama-sama dengan pemerintah daerah menguatkan soliditas, kekompakan dan kerjasama sehingga keberadaan tiga pilar bisa menjawab permasalahan di wilayah membantu masyarakat menjadikan kondisi masyarakat seperti yang diidam-idamkan,” katanya.

Kasdam Brigjen TNI Bakti Agus Fajari, menjabarkan makna solid. Bahwa unsur tiga pilar tidak tergoyahkan dari tujuan keberadaan di desa/kelurahan. Tujuan utama adalah untuk kepentingan masyarakat umum. Jangan  mudah digiring-giring, dibelokkan untuk kepentingan-kepentingan yang lain. Selalu berfokus pada kepentingan masyarakat. Solid disini, kompak seiring sejalan kades, lurah Babinkamtimbas, Babinsa untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di wilayah. “Sinergis. Memang fungsinya berbeda,  kades, lurah pada fungsi pembangunan perekonomian dan pemerintahan. Adapun Babinkamtibmas pada kemananan ketertiban masyarakat, dan Babinsa pada  fungsi pertahanan dan keamanan negara.  Sinergis dalam pelaksanaan tugas di wilayah meskipun fungsinya berbeda tetapi saling mendukung antar fungsi hasil yang akan dicapai akan optimal,” tukasnya.

Selama dalam masa kampanye ke 3 pilar telah melakukan komitmen netralitas untuk mewujudkan pesta demokrasi damai dengan mengucapkan ikrar, termasuk mengawasi apabila terdapat kampanye hitam, money politik serta Hoax.  Pihak parpol juga siap melaksanakan kampanye damai.