Polisi Tangkap Tersangka Kasus Teror Pengiriman Barang Fiktif di Jungsemi Kangkung

Polisi Tangkap Tersangka Kasus Teror Pengiriman Barang Fiktif di Jungsemi Kangkung

0
537

Satreskrim Polres Kendal berhasil mengamankan tersangka kasus teror pengiriman barang yang terjadi di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung. Teror pengiriman barang tersebut dilakukan sejak tahun 2018 kepada Titik Puji Rahayu, teman dekat tersangka yang dulu pernah kerja bareng di salah satu toko roti di Semarang. Sudah puluhan barang dikirimkan ke rumah Titik, padahal Titik sendiri tidak memesan barang yang sudah sampai di rumah, sehingga barang tersebut harus dibawa pulang kembali oleh pengirim.  

Tersangka kasus yang menghebohkan dan viral di media sosial itu bernama Novi Wahyuni (23 tahun), warga Sidorejo Kecamatan Karangawen Demak, yang tinggal di Bulustalan Semarang Selatan. Tersangka diamankan di tempat tinggalnya di Bulustalan Semarang Selatan pada Kamis 30 Juli 2020.    

Saat gelar perkara di Mapolres Kendal pada Senin 3 Agustus 2020, tersangka Novi mengakui perbuatannya dan dilakukan seorang diri, karena dendam pribadi. Selama dua tahun, sudah puluhan kali melakukan teror dengan mengirimkan barang ke rumah maupun di tempat kerja Titik berada. Tersangka juga melakukan teror dalam bentuk lain dengan menyebar berita hoax yang menimbulkan pencemaran dan penghinanan kepada  beberapa orang yang ingin membantu Titik. Untuk melacak keberadaan Titik dan orang-orang yang disasar, ia hanya menggunakan sebuah aplikasi. Sedangkan untuk melakukan transaksi barang yang akan dikirm, tersangka mencari sasaran di grup-grup jual beli di fesbuk. “Iya, Saya mengirimkan barang berkali-kali. Saya melakukan ini karena sakit hati,” katanya.

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana mengatakan, kasus yang diungkap adalah penghinaan dan pencemaran nama baik melalui ITE.  Dugaan pencemaran dan penghinaan melalui media sosial diketahui pada Selasa 3 Maret 2020 sekitar pukul 14.10 WIB di Kantor Kecamatan Kangkung. Barang bukti yang digunakan untuk melakukan aksi terornya di antaranya 2 unit handphone beserta sim card. Selain itu juga ditemukan 10 sim card berbagai profeder, 5 akun facebook dengan username yang berbeda-beda dan 1 akun email. “Yang disangkakan adalah pencemaran nama baik yang dilakukan melalui ITE. Motifnya karena dendam pribadi, karena dulunya berteman, kemudian ada masalah pribadi,” katanya. 

Tersangka dijerat pasal 51 Undang-undang RI Nomor 19 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.