Pondok Modern Selamat Kendal Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

0
501

Pondok Modern Selamat (PMS) Kendal pada tahun ajaran baru 2020/2021 telah mempersiapkan pembelajaran tatap muka pada era new normal. Hal itu akan dilakukan jika pemerintah, baik pusat maupun daerah telah memberikan izin pembelajaran dengan tatap muka.

Kepala PMS Kendal, Hj. Rahayuningsih mengatakan, untuk pendaftaran siswa baru dilakukan dengan sistem online, namun bisa juga datang langsung ke sekolah. Bagi calon siswa dan orang tua yang datang ke sekolah, maka harus mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan akan diperiksa suhu tubuh serta mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan. “Kami sudah mempersiapkan petugas untuk mengarahkan dan menyediakan fasilitas, seperti wastafel, kemudian kursi di tempat pendaftaran juga diatur jaraknya untuk menjaga fisikal distancing,” katanya.

Sementara itu Pembina Yayasan Wakaf Selamat Rahayu Kendal, Hj. Sri Idayanti menjelaskan, bahwa PMS sebenarnya sudah bisa melakukan pembelajaran dengan tatap muka, karena semua fasilitas sudah dipersiaapkan sesuai protokol kesehatan, mulai dari ruang kelas, kamar pondok, laboratorium, aula, masjid, termasuk dapur dan kantin santri.  Namun karena saat ini Kabupaten Kendal masuk zona merah Covid-19, maka pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan. “Kami lebih mengutamakan keselamatan siswa dari penularan virus corona, maka pembelajarannya dengan sistem daring sebagaimana yang dianjurkan pemerintah,” katanya.


Dijelaskan, untuk fasilitas ruang kelas dan kamar pondok serta tenaga pengajar pada pembelajaran tatap muka di era new normal pun tidak ada masalah. PMS memliki kapasitas untuk 3.000 santri, sedangkan jumlah santri yang ada hanya 1.500 anak, jika tidak perlu menambah gedung baru. Tiap ruang akan diisi 15 siswa, sedangkan untuk tiap kamar pondok hanya diisi 2 santri. “Sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan, untuk pembelajaran tatap muka di era new normal hanya 2 jam atau separuh dari kondisi normal, sehingga sudah cukup dengan tenaga pengajar yang ada sekarang,” jelasnya. 


Untuk sementara para santri dan murid baru tetap di rumah. Pihaknya akan memberitahukan kepada para siswa dam orang tua murid, sebelum pembelajaran secara tatap dilakukan. Kedatangan para santri jga akan diatur dan akan dilakukan rapid test dan cek kesehatan. “Kami juga sudah menyiapkan gedung khusus untuk karantina yang lokasinya terpisah,” katanya.