PPKM Mikro Diperpanjang hingga 8 Maret 2021

PPKM Mikro Diperpanjang hingga 8 Maret 2021

0
78

Dinilai efektif bisa mencegah klaster baru penyebaran virus Corona, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, usai acara Talk Show di Radio Swara Kendal, Sabtu (20/02/2021). Semula pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM berskala mikro mulai tanggal 9-22 Februari 2021.


“Informasi yang Saya terima untuk PPKM Mikro diperpanjang sampai 8 Maret nanti,” katanya.

Perlu diketahui, bahwa PPKM Mikro diterapkan di tingkat RT, yaitu wilayah RT yang masuk kategori zona oranye dan zona merah. Zona oranye jika dalam satu RT terdapat  6-10 rumah yang dengan kasus konfirmasi positif dalam tujuh hari terakhir. Sedangkan zona merah jika salam satu wilayah RT terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif Covid-19. Penanganan yang dilakukan di antaranya dengan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak serta tempat umum lainnya, kecuali sektor esensial.


Bambang mengatakan, bahwa sesuai informasi yang diterima, selama pemberlakuan PPKM Mikro, pemerintah rencananya akan memberikan bantuan sembako. Bantuan sembako diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bagi warga tidak mampu. “Kalau untuk  untuk pemerintah Pemprov Jateng belum membicarakan tentang adanya bantuan sembako,” jelasnya. 

Acara Talk Show yang diadakan oleh Dinas Kominfo Jawa Tengah bekerja sama dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah mengambil tema “Dampak Jateng di Rumah Saja”. Selain menghadirkan Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, talk show juga menghadirkan dua anggota Komisi B DPRD Jateng, yaitu Sholeha Kurniawati dan Dyah Kartika Permanasari serta anggota Komisi E, Ida Nurul Farida.

Bambang menjelaskan, bahwa kebijakan “Jateng di Rujmah saja” yang diberlakukan selama dua hari, tanggal 6 dan 7 Februari lalu memang menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan tersebut diambil semata-mata untuk kepentingan masyarakat supaya ke depan lebih baik, yaitu mencegah klaster baru  penyebaran virus Corona. “Untuk memutus mata rantai virus Corona  memang harus ada kerja sama pemerintah dengan masyarakat, supaya ke depan bisa hidup sehat dan ekonomi membaik kembali, maka masyarakat harus mau membantu kebijakan pemerintah, sabar dan tidak lupa berdoa,” katanya.

Hal senada juga disampaikan  Dyah Kartika Permanasari, bahwa kebijakan “Jateng di Rumah saja” dinilai cukup efektif mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19. Memang bagi warga yang berpenghasilan rendah cukup memberatkan, seperti pedagang kaki lima. Tapi jika PKL tetap buka, kemungkinan hasilnya tidak seperti yang diharapkan, karena banyak warga yang memilih di rumah saja. “Semoga pandemi ini segera berakhir, maka mari kita selalu menerapkan 5M, sabar tetap berusaha dan berdoa,” harapnya