Program PTSL di Kendal akan Dipantau lebih Ketat

Program PTSL di Kendal akan Dipantau lebih Ketat

0
54

Swarakendal.com : Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 di Kabupaten Kendal akan Dipantau lebih ketat. Pada tahun 2021 ini Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal menargetkan sertifikasi 65.433 bidang tanah melalui program PTSL. Saat ini yang sudah tercapai sebanyak 52.000 bidang dan akhir November ditarget bisa selesai. Penjelasan ini disampaikan  Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal, Agung Taufik Hidayat usai upacara Hari Ulang Tahun ke-61 Undang-undang Pokok Agraria di Kantor Pertanahan Kendal, Jumat (24/09/2021). Bupati Kendal Dico M Ganinduto bertindak sebagai inspektur upacara.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal, Agung Taufik Hidayat mengatakan, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan di lapangan, pihaknya akan lebih intensif melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait PTSL. Hal ini agar tidak ada lagi penarikan-penarikan yang melebihi ketentuan. “Masalah PTSL di desa yang ada pungutan, tentunya kami akan merapatkan untuk lebih menguatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait PTSL, sehingga tidak ada lagi penarikan-penarikan yang melebihi ketentuan,” katanya.

Agung mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan, bertepatan dengan HUT ke-61 Undang-undang Pokok Agraria, BPN melaunching aplikasi Loketku sebagai terobosan pelayanan secara online. Dengan aplikasi Loketku ini, masyarakat bisa mengajukan permohonan sertifikasi tanah secara online dari rumah. “Dengan aplikasi Loketku ini untuk mengurangi masyarakat datang ke kantor,  karena bisa mengakses dari rumah,” ujarnya. 

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan PTSL, maka pengawasan harus diperketat lagi. Juga akan terus berkoordinasi dengan BPN untuk memastikan masyarakat bisa terfasilitasi sesuai dengan ketentuan yang ada. “Karena meresahkan masyarakat, maka kami sebagai pemerintah harus mendukung dan memastikan masyarakat bisa terfasilitasi sesuai dengan ketentuan yang ada,” katanya.

BPN juga mulai alih media, yaitu sertifikat elektronik. Sebagai pilot projek dimulai dari aset BPN dan aset pemerintah. Data di BPN Kendal terdapat 568.000 lahan tanah, namun yang sudah terdaftar sebanyak 438.000.