PT Terryham Proplas Indonesia Berencana Adakan Pelatihan Standardisasi Mutu Produk UMKM

PT Terryham Proplas Indonesia Berencana Adakan Pelatihan Standardisasi Mutu Produk UMKM

0
205

Swarakendal.com : Sekolah vokasi dengan industri harus matching sesuai supaya lulusannya bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Untuk itulah kurikulum sekolah harus disinkronkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dibukanya sekolah vokasi itu untuk mencetak tenaga kerja guna mengurangi pengangguran. 

Menurut anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat, faktanya sekolah vokasi di Kabupaten Kendal belum matching dengan industri. Kunjungan kerja anggota dewan asal Kaliwungu itu didampingi Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dan Direktur PT Terryham Proplas Indonesia melihat produk yang dihasilkan dan proses pembuatannya. “Saya lihat sekolah vokasi di Kabupaten Kendal, jurusannya belum ada yang matching dengan industri, sehingga lulusannya tidak sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan,” katanya saat kunjungan kerja di PT Terryham Proplas Indonesia di Kaliwungu Kabupaten Kendal, Jumat (21/05/2021). 

Untuk itulah, anggota dewan dari Fraksi Golkar itu akan mengusahakan regulasi supaya kurikulum SMK berpadu dengan industri. Dengan demikian lulusannya bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan. “Sesuai visi misi Bupati Kendal yang akan menjadikan Kendal sebagai kota industri dan pariwisata harus diimbangi dengan peningkatan SDM,” kata Mujib.

Sementara itu, Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar berharap, keberadaan perusahaan harus ikut mengangkat produk UMKM supaya bisa berkembang. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan standarisasi mutu produk UMKM, sebab hanya produk yang berkualitas itulah yang bisa bertahan. “Standarisasi mutu produk UMKM ini sangat penting, supaya tidak ditinggalkan oleh konsumen, maka pelatihan mutu standar produk ini sangat penting,” ujarnya.

Selain kunjungan kerja, juga diadakan Sarasehan dengan Ikatan Alumni PMII Kendal yang mengambil tema “Perkembangan Industri di Kendal”. Para alumni diajak untuk menyikapi keberadaan industri supaya bisa memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kendal.