Puluhan Warga Desa Rejosari, Turunrejo dan Tosari Kecamatan Brangsong Desak Perbaikan Jalan segera Dilakukan

Audiensi warga Turunrejo, Rejosari dan Tosari dengan DPRD Kendal,

0
1349

Puluhan warga yang tergabung dalam Pabuyuban Desa Rejosari, Turunrejo dan Tosari Kecamatan Brangsong pada Kamis 1 Maret 2018 melakukan audinsi dengan DPRD Kendal. Kedatangan warga yang terdiri dari para pemuda, bapak-bapak dan ibu-ibu untuk menanyakan tentang infrastruktur jalan yang melintas di tiga desa tersebut yang sudah bertahun-tahun rusak, namun belum juga diperbaiki. Mereka ditemui Ketua DPRD Kendal, Komisi C, anggota dewan dapil II dan Dinas PUPR Kendal.

Warga merasa geram karena kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak, namun tidak juga diperbaiki, karena itu warga ingin bertemu langsung dengan pihak dewan untuk meminta kejelasan terkait perbaikan jalan tersebut. Selain jalan, warga juga menanyakan tentang normalisasi sungai yang juga sudah bertahun-tahun tidak dilakukan normalisasi. Akibatnya, perkampungan di sekitar sungai sering terkena banjir dan sawah juga tidak bisa ditanami karena banjir.

Ketua DPRD Kendal Prapto Utono menjelaskan, bahwa semua program pembangunan harus sesuai prosedur penganggaran, yaitu melalui musrenbang, sehingga harus diusulkan satu tahun sebelumnya. Terkait dengan tiga ruas jalan yang disampaikan warga, ternyata hanya dua ruas yang bisa diperbaiki di tahun 2018 ini, yaitu jalan Turunrejo dengan anggaran 3 miliar berupa jalan cor beton dan jalan Tosari sebesar Rp 750 juta berupa aspal. Sedangkan Jalan Sijaro akan dianggarkan di tahun 2019. “Kami harap warga memahami, bahwa semua program pembangunan tidak bisa langsung dikerjakan tanpa ada perencanaan, karena menyalahi aturan. Prinsipnya, Pemda akan memperbaiki semua jalan yang rusak, namun harus bersabar, mengingat terbatasnya anggaran,”jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kendal, M Nashri mengatakan, mengingat terbatasnya anggaran, maka perbaikan jalan tidak bisa dilakukan bersamaan, namun secara bertahap. Pada tahun 2018 ini untuk perbaikian jalan hanya dianggarkan Rp 41 miliar. Karena anggaran yang ada dibagi rata, maka dalam satu tahun anggaran tidak bisa dilakukan perbaikan semuanya. Untuk yang sudah dianggarkan di tahun 2018 ini akan secepatnya dikerjakan, sedangkan yang tahun ini belum dianggarkan, maka akan dianggarkan di tahun 2019, karena masih bisa diajukan dalam musrenbang. “Untuk Jalan Sijaro terpaksa tidak bisa diperbaiki tahun ini, karena belum dianggarkan. Jika dianggarkan pada APBD 2018 perubahan, jelas tidak bisa karena waktunya mepet dan tidak ada rekanan yang mau mengerjakan, karena takut tidak dibayar, jika pekerjaan tidak selesai tepat waktu,”jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan perbaikan jalan yang sudah dianggarkan di tahun 2018 ini, Kabid Bina Marga pada PUPR Kendal, Sapto Setiawan mengatakan, saat ini perencanaannya sudah mencapai 95 persen dan pertengahan Maret sudah masuk lelang, sehingga bulan April sudah bisa dikerjakan. “Untuk normalisasi sungai itu wewenangnya pihak PSDA Peovinsi Jateng. Pihak dinah hanya bisa mengajukan dan pihak dinas setiap tahun selalu mengajukan ke provinsi, mudah-mudahan bisa segera mendapat tanggapan dari provinsi,”harapnya.

Setelah diberi penjelasan, akhirnya warga memahami, walaupun masih sedikit kecewa, karena tidak semua permintaannya dipenuhi semua. Warga juga memahami jika anggota dewan sudah berupaya mengajukan agar secepatnya dilakukan perbaikan. Namun warga meminta agar secepatnya dilakukan perbaikan. Seperti disampaikan Subari, warga Desa Tosari yang meminta agar ruas jalan yang tidak bisa dilakukan perbaikan tahun 2018, agar di tahun 2019 perbaikan jalan terus dilanjutkan. “Kami memahami tahun ini tidak semuanya bisa diperbaiki sampai tuntas, tapi Kami minta agar di tahun 2019 terus dilanjutkan sampai tuntas,”harapnya.