Puskesmas Patebon Giatkan Kelas Bumil

0
925
Kecamatan Patebon cukup berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan. Hal ini dilihat dari data yang ada, yaitu di tahun 2010 angka kematian ibu melahirkan mencapai emap orang. Namun sejak tahun 2011 hingga sekarang, relatif tidak terjadi ibu meninggal saat melahirkan. “Tahun 2011 hingga 2014 angka kematian ibu melahirkan nol, tapi tahun 2015 ada 1 karena menderita asma,”kata Koordinator Bidan Puskesmas Patebon 02, Sumirih.

Bidan Sumirih mengatakan, ketika di tahun 2010 angka kematian ibu melahirkan sangat tinggi, yaitu mencapai 4 orang, mulailah pihak Puskesmas segera melakukan tindakan. Salah satunya mengadakan Kelas Ibu Hamil (Bumil) di semua desa. Kelas Bumil ini seperti Posyandu yang khusus bagi ibu-ibu hamil yang diadakan rutin sebulan sekali. Pada pertemuan Kelas Bumil, Bidan Desa memberikan pengetahuan tentang kehamilan, sekaligus konsultasi bagi ibu-ibu yang hadir, bahkan diadakan senam ibu hamil. “Tiap Bidan Desa diwajibkan mengadakan Kelas Bumil supaya ibu hamil benar-benar mengerti apa-apa yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilan,”jelasnya.

Atas keberhasilan itulah, Puskesmas Patebon 02 mendapatkan penilaian terbaik, karena telah memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat. Bahkan dari daerah lain pernah study banding ke Puskesmas 02, karena ingin mengetahui upaya yang dilakukan, sehingga berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan.  “Pernah dari Riau study banding ke Puskesmas 02 tentang pelayanan Puskesmas,”katanya.

Bidan Sumirih mengatakan, untuk kelas Bumil tidak boleh ditinggalkan, sekalipun yang datang cuma satu atau dua orang. Jika wilayah desanya luas, maka dianjurkan agar mengadakan kegiatan Kelas Bumil lebih dari satu tempat. “Bagi desa yang wilayahnya luas, biasanya Kelas Bumil tidak hanya satu tempat, supaya tidak terlalu jauh,”ujarnya.