Radio Swara Kendal Dukung Program KPID Jateng

Talk show Radio Swara Kendal dengan KPID Jateng

0
1244

Siaran radio harus mengedukasi atau memberikan pendidikan kepada masyarakat. Radio harus memberikan informasi atau pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng, Yudha Laksana mengatakan, radio itu menggunakan frekuensi milik masyarakat, sehingga harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Untuk itulah, KPID terus mengawasi pengguna frekuensi, baik radio maupun televisi,”kata Yudha saat Talk Show di Radio Swara Kendal, Sabtu (10/6/2017).

Anggota KPID Jateng yang biasa dipanggil Sonaka mengatakan, radio dan televisi akan dikenai sanksi, jika yang ditayangkan melanggar aturan. Hal yang dilarang di antaranya isyu SARA, menebar kebecian atau provokatif, dan berbau porno. Kepedulian masyarakat sangat diharapkan untuk ikut mengawasi siaran radio atau televisi. “Masyarakat juga bisa menyampaikan laporan ke KPID jika ada radio atai televisi yang siarannya melanggar ketentuan,”ujarnya.

Untuk Lembaga Penyiaran Publik Lokal, seperti LPPL Radio Swara Kendal, Sonaka berharap, LPPL agar bisa menjadi media urun rembug warga. Pasalnya, LPPL ini bukan lagi sebagai corong pemerintah, tapi sudah menjadi radio publik yang menyuarakan kepentingan masyarakat. Untuk itu, LPPL tidak boleh untuk kepentingan politik tertentu. “Peran LPPL diharapkan juga menjadi sumber informasi lokal,”harapnya.

Sementara itu Direktur Operasional LPPL Radio Swara Kendal, Enar Assa mengatakan, mendukung program dari KPID, yaitu dengan menyajikan konten siaran pada semua program acara. Tidak hanya memberikan hiburan, tapi memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Pemberian informasi bukan hanya pada acara talk show atau berita, tapi kepada semua penyiar diwajibkan untuk memberikan konten siaran. “Kami terus memperkaya isi siaran yang edukatif,”katanya.