Ratusan Warga Desa Rejosari Demo Tolak Penutupan Jalan Utama Kendal-Magangan

Warga Rejosari Ngampel demo jalan tol

0
1539
Ratusan warga Desa Rejosari Kec Ngampel dan sekitarnya pada Selasa (6/2/2018) melakukan aksi unjuk rasa menolak penutpan jalan utama Kendal-Magangan untuk pembangunan jalan tol. Warga merasa khawatir bakal sering terjadi banjir, jika jalan kabupaten itu ditutup. Pasalnya, air dari arah selatan tidak bisa mengalir ke utara akibat terhalang oleh jalan tol. Karena itu, warga menuntut agar jalan tersebut tidak ditutup, tapi dibuatkan terowongan. Aksi unjuk rasa yang sebagian besar diikuti ibu-ibu dijaga aparat

berlangsung tertib dan damai.
Basriban, seorang warga menuturkan, apabila jalan yang menjadi akses utama para warga untuk pergi ke kota itu terputus, maka warga harus memutar jauh. Selain itu akan berdampak pada parahnya banjir yang sering terjadi setiap dua tahunan. Ia juga menilai jalan layang yang sedang dibuat itu sangat tinggi dan merepotkan masyarakat karena masyarakat desa tersebut notabene pengguna sepeda, becak dan andong. “Warga akan kesusahan naik jalan layang itu,”ucapnya.
Setelah ratusan warga yang demo mendatangi Posko PT Waskita, akhirnya dilakukan musyawarah di balai desa setempat. Musyawarah yang diwakili perwakilan beberapa perwakilan warga dengan PT Waskita dimediasi oleh Forkompimcam Ngampel. Humas PT Waskita Sesi IV-V, Agus Chozin mengatakan, akan merespon permintaan warga itu. Terkait penyelesaian pekerjaan tersebut akan dibuat terowongan atau jalan layang, pihaknya akan menyampaikan kepada pihak konsultan untuk dilakukan pengkajian. Kami meminta waktu 7 hari untuk melakukan peninjauan proyek atas tuntutan warga itu. “Nanti Kami akan berkoordinasi dengan pimpinan dan konsultan, selanjutnya akan kami survei, karena yang paham dengan pengkajian infrastruktur adalah para konsultan,”ucapnya.

Sementara itu Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kabuapten Kendal, Sapto Setiawan mengatakan, pihak PT Waskita dan Jasa Marga agar melakukan pengkajian ulang atas proyek tol tersebut. “Masalah seperti kendala teknis dapat direkayasa, sebagai contoh suatu pembangunan tidak dilakukan bila dikaji ulang maka akan mendapatkan solusinya,” katanya.