Sambut Agustusan, Penjual Bendera Marak di Kendal

Sambut Agustusan, Penjual Bendera Marak di Kendal

0
62

Swarakendal.com : Menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di bulan Agustus, masyarakat Indonesia memasang bendera merah putih dan bendera umbul-umbul. Kampung-kampung pemukiman warga pun tampak semarak dengan berkibarnya bendera merah putih dan bendera umbul-umbul.

Bendera merah putih dan bendera umbul-umbul yang baru, tentunya lebih indah dilihat, sehingga banyak warga yang membeli bendera. Peluang rezeki ini pun disambut para penjual bendera yang menggelar dagangannya di tepi-tepi jalan yang strategis. 

Ihsan, penjual bendera mengatakan, sudah tiga tahun ini, setiap bulan Agustus berjualan bendera di di sudut Alun-alun Kendal dekat lampu merah, karena lokasinya strategis. Ia menggelar bendera dan umbul-umbul yang dijual, mulai pagi sampai sore hari. Ia sudah mulai menggelar sejak 6 hari lalu. Lumayan, setiap hari selalu ada yang membeli, meski belum begitu ramai. Biasanya, mulai tanggal 1 sampai 10 Agustus, banyak yang membeli bendera. “Kemarin-kemarin belum banyak pembeli, tapi tiap hari lumayan ada pembeli,” katanya, Senin (1/8/2022). 

Begitu pula diakui Anggi, penjual bendera di depan Kantor Telkom Kendal, penjualan bendera mulai ramai tanggal 1 sampai 10 Agustus. Harga bendera merah putih dan umbul-umbul bervariasi, tergantung ukuran, mulai 25 ribu sampai 45 ribu per lembar, Sedangkan bendera panjang, harga mulai 250 ribu sampai 450 ribu per biji. “Pembeli paling ramai biasanya sekitar tanggal 10an Agustus,” katanya. 

Sri Rahayu Purwoto mengaku setiap tahun membeli bendera merah puti, karena warna merahnya lebih cerah. Ia membeli satu bendera merah putih, namun ada rencana membeli bendera umbul-umbul. “Tiap tahun biasanya beli bendera baru, karena warna merahnya cerah,” ujarnya. 

Mohammad Sholahuddin membeli bendera merah putih panjang berlogo garuda untuk dipasang di sekolah. Ia membeli bendera jika bendera lama sudah rusak. “Kalau bendera tidak mesti tiap tahun beli, tapi kalau benderanya rusak ya beli,” katanya. 

Masrur, warga Desa Sukolilan Patebon membeli bendera merah putih panjang untuk dipasang di lingkungan RT. Sebagai Ketua RT, ia membeli bendera untuk menambah bendera yang sudah dipasang, supaya lingkungan lebih semarak. “Saya sebagai Ketua RT, kalau benderanya kurang ya beli,” katanya.