Sanggar Lintang Cepiring Buka Kelas Dalang

Sanggar Seni Lintang Cepiring

0
1368

Ingin belajar wayang biar mahir seperti dalang? Datang saja ke Sanggar Lintang Cepiring yang lokasinya sekitar 100 meter sebelah barat Pertigaan Lampu Merah Sri Agung Cepiring. Sanggar yang baru dilaunching pada 9 Januari 2018 itu, selain membuka pelatihan wayang, juga belajar menari, melukis, mendongeng, membatik dan pantomim. Saat ini latihan cuma tiap hari Jumat sore.

Saat ini jumlah muridnya ada 27 anak yang terbagi di lima kelas, yaitu kelas wayang, kelas melukis, kelas menari, kelas membatik dan kelas mendongeng. Pelatihnya yaitu untuk kelas wayang dilatih oleh Ki Dalang Jumadi, kelas melukis oleh Yuni Sri Widodo, S.Pd., kelas pantomim oleh Mas Yos, kelas menari oleh oleh Movi dan kelas mendongneng oleh Arief.
Dalam belajar wayang, anak-anak diberikan pelajaran wayang mulai yang paling dasar, yaitu anak-anak diperkenalkan supaya menyukai wayang. Seperti dikatakan Ki Dalang Jumadi, yang paling utama adalah mendidik anak supaya mencintai atau menyukai wayang. Jika anak-anak sudah merasa suka dengan wayang, maka untuk selanjutnya akan mudah dalam memberikan pelajaran tentang wayang. “Pertama anak-anak diajak bermain wayang supaya senang,”katanya.

Pemilik sekaligus pendiri sanggar, Drs. Arief Suharsoyo, M.Pd. mengatakan, tujuan mendirikan sanggar kesenian adalah untuk mendidik karalter atau budi pekerti anak-anak melalui kesenian. Karena itu, sebelum memulai latihan, terlebih dahulu diberikan pendidikan karakter.
“Sanggar ini tidak semata-mata belajar teknis dan keterampilan seni, tapi yang lebih penting adalah olah budi pekerti, ungah-ungguh, tatakrama dan tingkah laku. Karena itu, 10 menit sebelum materi latihan, terlebih dulu diberikan pendidikan karakter, setelah itu masuk ke kelas masing-masing,”jelasnya..
Menurut Arief, anak-anak harus dibekali dengan budi pekerti nelalui pendidikan karakter, sebab bagaimanapun pinternya anak, jika budi pekertinya tidak baik, maka di masyarakat tidak akan bermanfaat.  Selain itu, anak-anak perlu diberi keterampilan atau kesenian sesuai bakatnya, sebab ketika seni masuk di jiwa anak, maka akan membentuk kelenturan jiwa budi pekerti anak. Dikatakan, tujuan mendirikan sanggar juga untuk mempersiapkan lomba supaya anak-anak yang mengikuti lomba tidak dilatih secara instant, tapi harus dipersiapkan, mulai dari materi yang paling dasar sebagai pondasi, kemudian pendidikan karakter supaya berkualitas. “Jadi, selain memiliki bakat, anak-anak itu juga memiliki karakter atau budi pekerti yang baik,”ujarnya.