Satlantas Polres Kendal Gelar Vaksinasi Massal terhadap Sopir dan Penumpang Bus di Rumah Makan

Satlantas Polres Kendal Gelar Vaksinasi Massal terhadap Sopir dan Penumpang Bus di Rumah Makan

0
46

Swarakendal.com : Satlantas Polres Kendal menggelar Operasi Patuh Candi di Rumah Makan Sari Rasa Kendal, Selasa (21/09/2021) malam. Operasi menyasar para sopir, awak bus dan penumpang bus-bus Jakarta yang belum divaksin untuk melakukan vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua secara gratis.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Heri Condro Ribowo mengatakan, pada Operasi Patuh Candi 2021 yang digelar selama 14 hari mulai tanggal 20 September sampai 3 Oktober 2021 dilakukan secara simpatik yaitu lebih fokus untuk pengendalian Covid-19. Operasi secara simpatik di antaranya dengan melakukan vaksinasi atau kegiatan lain untuk mencegah penyebaran Covid-19. Harapannya agar masyarakat selalu mematuhi  protokol kesehatan, terutama para pelaku perjalanan dengan vaksinasi untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi pandemi Covid gelombang ketiga, karena saat ini sudah PPKM level 2 dengan pergerakan masyarakat semakin meningkat. “Sasaran kami adalah para pengguna jalan, maka operasi bisa dilakukan di tempat-tempat mangkal bus seperti rumah makan, rest area atau di lampu merah,” katanya.

AKP Heri Condro mengatakan, selama masa Operasi Patuh Candi 2021 ditarget bisa melakukan vaksinasi terhadap 1.000 orang. Tujuannya untuk membantu mempercepat pencapaian target vaksinasi 70 persen, sehingga akan tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sedangkan tujuan bagi-bagi masker untuk mengingatkan masyarakat supaya tetap patuh terhadap protokol kesehatan. “Operasi Patuh Candi kali ini tidak melakukan tindakan pelanggaran, tetapi lebih pada tindakan supaya masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan dan segera melakukan vaksin supaya target 70 persen dari populasi segera tercapai, sehingga akan terwujud kekebalan kelompok,” harapnya. 

Sularno, penumpang bus dari Baturetno Wonogiri yang hendak ke Cibitung mengaku senang bisa mendapatkan vaksin, karena ketika di rumah kampung halaman belum sempat melakukan vaksinasi. “Dari rumah belum vaksin, berhubung di perjalan sampai rumah makan ada vaksinasi, alhamdulillah bisa saya vaksin,” ujarnya.