Sekolah Alam Depok Kunjungi Sejumlah Sekolah Penggerak di Kendal

Sekolah Alam Depok Kunjungi Sejumlah Sekolah Penggerak di Kendal

0
353

KBRN, Kendal : Sekolah Alam Depok melakukan visitasi atau kunjungan ke sejumlah sekolah sasaran Program Organisasi Penggerak (POP) di wilayah Kabupaten  Kendal mulai tanggal 22-28 Agustus 2022. Kunjungan dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan implementasi dari pelatihan yang sudah dilaksanakan. Program Organisasi Penggerak Sekolah Alam Depok Mengangkat tema “Siap Bergerak Bersama Memajukan Pendidikan Indonesia”. 


Program Organisasi Penggerak Sekolah Alam Depok tersebar di lima kabupaten di Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Kendal. Ada 20 sekolah sasaran di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal  yang menjadi sekolah sasaran Program Organisasi Penggerak Sekolah Alam Depok . Sekolah sasaran tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal. 


Sekolah Alam Kendal yang berada di Jalan Soekarno-Hatta No. 196 Kendal merupakan sekolah mitra yang dipercaya  sebagai penghubung untuk penyelenggaraan POP di Wilayah Kabupaten Kendal. Pelatihannya menggunakan konsep Greet Boot Camp (GBC). 


Ana Nur Qouliyah menjelaskan, pada GBC tahap satu membahas tentang display kelas dan outdoor. Sedangkan pelatihan kedua tentang pelatihan kurikulum. “Dalam konsep GBC, guru diajar untuk merancang kurikulumnya sendiri berdasarkan kebutuhan siswa, berdasarkan keadaan lingkungan sekitar, kemudian diangkat menjadi materi pembelajaran,” jelasnya, Minggu (28/8/2022).


Ketua Panitia Pelatihan POP Sekolah Alam Depok, Adri Primaleyli, menjelaskan, ada empat pelatihan dalam POP yang dilaksanakan dari tahun 2021 hingga 2023. Tahap pertama, telah dilaksanakan pada bulan November 2021 dengan memfokuskan pada pengelolaan fisik sekolah, yakni cara memanfaatkan barang-barang bekas menjadi display yang dapat menjadi asisten bagi guru. Sedangkan pelatihan tahap kedua yang diselenggarakan pada akhir Juli 2022 hingga awal Agustus, adalah  pelatihan perancangan kurikulum yang tepat. Bertujuan agar guru maupun kepala sekolah dapat memahami masalah di lapangan dan mengetahui solusinya.
“Kami memberikan banyak inspirasi untuk merancang kurikulum sendiri yang berkaitan dengan kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan. Tujuannya agar anak-anak dapat memikirkan masalah yang terjadi di sekitarnya dan bagaimana menghadirkan solusi yang tepat,” katanya.


Adri mengatakan, tujuan akhir dari POP ini adalah sistem pendidikan berkelanjutan. Terdapat tiga aspek yang disentuh, yakni aspek manusia, aspek lingkungan dan aspek perekonomian.
“Untuk mengetahui apakah materi yang kami berikan dalam dua kali pelatihan dipahami oleh guru, biasanya kami adakan konferensi dengan siswa. Dengan nama Konferensi Forum Siswa Bergerak Indonesia ( KFSBI ).  Kami meminta anak-anak bercerita tentang perubahan apa yang terjadi di sekolahnya,” ujarnya. 

Dari visitasi ke sekolah-sekolah sasaran, sekolah-sekolah mulai menjalankan materi dari pelatihan yang sudah diberikan. Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Sukorejo, yang telah mengaplikasikan materi dari GBC I dengan mengadakan sedekah sampah setiap hari Jumat. Dari sedekah sampah yang dibawa ke sekolah setidaknya  setiap minggunya terkumpul dana kurang lebih Rp 200.000 hingga Rp 250.000. Selama tujuh bulan program berjalan sudah menghasilkan dana dari program sedekah sebesar tujuh jutaan.


Butuk Kemisih, Kepala SD Muhammadiyah Sukorejo mengatakan, dana tersebut  sudah dialokasikan untuk membantu operasional sekolah dan beasiswa bagi anak-anak yatim di sekolah. Program ini juga sudah menjadi inspirasi dan mulai dijalankan oleh Taman Kanak yang ada di sekitar SD Muhammadiyah Sukorejo. “Harapannya bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.