Mediasi Sengketa Tanah di Desa Wungurejo Akhirnya Peroleh Titik Temu

Sengketa Tanah di Desa Wungurejo Akhirnya Peroleh Titik Temu

0
31

Swarakendal.com : Mediasi sengketa sebidang tanah seluas 450 meter persegi yang berada di Dusun Sinom, Desa Wungurejo Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal akhirnya memperoleh titik temu. Mediasi yang dilakukan di balai desa setempat pada Kamis (9/9/2021) memang berjalan alot. Kedua belah pihak sengketa dari keluarga Nasro CS maupun Sarjono CS sama-sama ngotot mengkalim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. 

Dihadirkannya Sekretaris Desa (Carik) lama yang akhirnya bisa membuka kejelasan permasalahan tanah sengketa. Hadirnya pihak polisi juga membuat permasalahan yang rumit bisa diselesaikan dengan baik, dan akhirnya kedua belah pihak menerima kesepakatan.

Kepala Desa Wungurejo Paminto Harjo mengatakan, bahwa hasil mediasi kedua yang dilakukan pemerintah desa telah menemukan titik temu. Pada mediasi tersebut pihak Nasro CS mengajukan permohonan nominal kepada Sarjono untuk membayar sebidang tanah yang dituangkan dalam lembaran kertas berita acara bermaterai. Lembaran berita acara tersebut pun ditandatangani oleh para pihak yang bersengketa dan diperkuat dengan tanda tangan pihak desa dan para kuasanya sebagai saksi.
“Permohonan nominal yang diajukan Nasro CS yang sudah ditandangani bersama ini realisasinya akan dilanjut pada tanggal 16 September, mendatang. Harapan kami, dari pemerintah desa melalui mediasi kekeluargaan ini bisa selesai,” katanya.

Kuasa ahli waris Senan, Agung Sasongko mengatakan, mediasi ini sudah ada titik temu. Selanjutnya tinggal menunggu hasil komunikasi yang dilakukan oleh Sarjono ahli waris Senan dengan keluarganya untuk memberikan jawaban berdasarkan kesepakatan keluarga terhadap permohonan untuk membayar sebidang tanah yang diajukan oleh pihak Nasro CS sesuai hasil mediasi bersama yang dilakukan hari ini. 
“Untuk pekan depan yang saya harapkan klir dan klir. Jadi tidak hanya sekedar jawaban, terus mundur lagi, mundur lagi. Harus ada kepastian dari pihak keluarga. Keberadaan Leter C sesuai perdatanya yang sudah sampai diterbitkan sertifikat atas nama Jumiati itu silahkan kroscek ke pihak desa,” katanya

Sementara Kuasa dari Nasro CS, Abdir Rohman mengatakan, kesepakatannya, dari pahli waris Senan telah mengakui, bahwa tanah tersebut adalah milik ahli waris Agus Rofi’i dan Nasro. Pihaknya pun siap memberikan ganti rugi tanah yang sudah bersertifikat tersebut sebesar Rp. 320 juta terhadap tanah seluas 450 meter persegi. Pembayaran ganti rugi akan dilakukan pada Kamis 16 September. “Kalau sampai hari Kamis nanti tidak ada titik terang, berarti nanti akan lanjut ke jalur hukum,” tegasnya. 

hasil mediasi telah mengakui sebidang tanah seluas 450 meter persegi itu adalah milik dari ahli waris Agus Rofii dan Nasro. Dalam lembaran berita acara yang ditandatangani bersama itu, dari ahli waris Senan bersedia  mengganti rugi sebidang tanah yang sudah bersertifikat itu sebesar Rp 320 juta sebagaimana permohonan yang tertulis pada lembaran berita acara tersebut. “Pembayarannya itu dijanjikan pada tanggal 16 September, mendatang. Kalau nanti tidak ada titik terang nanti kita akan lanjut ke jalur hukum,” katanya.