Serapan Anggaran Pemkab Kendal Tahun 2022 Lebih Baik dari Tahun 2021

Serapan APBD Kendal tahun 2022

0
90

Swarakendal.com : Serapan APBD Pemerintahan Kabupaten Kendal tahun anggaran 2022 lebih tinggi dari tahun 2021. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Dwi Lestari, Jumat (30/12/2022). Untuk jumlah pastinya, total serapan anggaran tahun 2022 ini belum bisa dilaporkan, karena per tanggal 30 Desember ini merupakan batas akhir dari semua OPD untuk mengembalikan sisa anggaran.

“Untuk serapan anggaran tahun 2022 lebih baik dari tahun 2021, tapi kami belum bisa melaporkan, karena saat ini masih menerima setoran sisa uang persediaan yang sudah diterima di awal tahun oleh OPD-OPD yang diberi waktu sampai Jumat 30 Desember ini,” jelasnya.

Agus Dwi mengatakan, pada tahun 2021, serapan sekitar 84,98 persen. Anggaran yang tidak terserap lebih banyak karena adanya efesiensi. Selain itu pada tahun 2021, kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik, sehingga dana refocusing penanganan Covid-19 yang sudah dianggarkan, tidak semuanya direalisasikan. Ada juga kegiatan yang gagal dilaksanakan, tetapi hanya sedikit. “Tahun 2021 kan kondisi pandemi sudah membaik, sehingga dana refocusing penanganan Covid-19 otomatis tidak bisa direalisasikan semua,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tahun 2022, pihak BPKAD Kendal, per tanggal 28 Desember ini sudah selesai melakukan pencatatan. Pada tanggal 29 Desember, semuanya sudah diserahkan ke Bank Jateng. “Alhamdulillah untuk proses penatausahaan keuangan daerah tahun 2022 di Kabupaten Kendal berjalan lancar. Sampai dengan waktu yang ditentukan tanggal 28 Desember sudah kami cetak, seluruh SP2D sudah kami serahkan ke Bank Jateng,” katanya.

Sementara itu untuk pendapatan daerah, ada yang tidak mencapai target, di antaranya pendapatan dari objektif wisata. Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid mengatakan, pendapatan daerah objek wisata milik Pemkab Kendal tidak mencapai target, namun lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, pendapatan dari objek wisata sebanyak 900 juta, sedangkan di tahun 2022 ini sudah mencapai 1 miliar lebih. “Target pendapatan dari wisata tahun ini sebesar 2,6 miliar, dan sampai akhir tahun ini sulit bisa tercapai,” ujarnya.

Faktor belum meningkatkan kunjungan wisata secara optimal, di antaranya karena kondisi perekonomian yang belum pulih seratus persen, dampak adanya pandemi Covid-19. Selain itu juga adanya inflasi dampak dari naiknya harga BBM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.