SMK di Kendal, hanya SMKN 2 Kendal yang mulai Lakukan PTM Terbatas

SMK di Kendal, hanya SMKN 2 Kendal yang mulai Lakukan PTM Terbatas

0
388

Swarakendal.com : SMKN 2 Kendal menjadi salah satu dari 2 sekolah lanjutan atas di Kabupaten yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Rabu 1 September ini. Siswa yang mengikuti PTM hanya 30 persen dari jumlah keseluruhan siswa, mulai kelas 1, 2 dan 3. Khusus kelas 1 pada hari pertama ini, masih menggunakan seragam SMP, baju putih dan celana biru, karena baru pertama kalinya masuk sekolah sebagai siswa baru.

Kepala SMKN 2 Kendal, Yudi Wibowo mengatakan, jumlah total siswa di SMK Negeri 2 Kendal sebanyak 1.614 siswa dari 7 jurusan. Jumlah siswa yang mengikuti PTM dibatasi hanya 30 persen, yaitu sebanyak 488 siswa. Pelajaran pada pada PTM terbatas ini porsinya lebih banyak praktek, karena untuk mengejar ketertinggalan, yang selama ini belajar secara daring. “Selama ini memang tidak ada praktek, sehingga pada PTM terbatas ini, prosentase antara pembelajaran praktek dengan teori, lebih banyak prakteknya untuk mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ernest Ceti Septiyanti, S.E. M.Si. mengatakan, untuk Kabupaten Kendal hanya SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 1 yang bisa melakukan PTM terbatas kali ini. Dua sekolah lanjutan ini sebelumnya sudah melakukan simulasi PTM yang dilanjutkan dengan uji coba PTM selama 2 pekan pada April lalu. Sekolah yang melakukan PTM itu, harus mengikuti standar protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang meliputi 100 item.  “Semua diberi kesempatan untuk mengajukan PTM, tapi harus verifikasi apakah benar-benar sudah siap atau belum,” jelasnya.

Dikatakan, evaluasi pelaksanaan PTM terbatas akan terus dilakukan secara berkala. Jika berjalan baik, maka bisa ditingkatkan lagi. Namun jika terjadi kasus yang mendesak, maka bisa saja pelaksanaan PTM di sekolah tersebut bisa dihentikan. “Kami sudah mengingatkan agar benar-benar meneraplam prokes secara ketat,” katanya.

Ahmad Agus Najib, siswa kelas 1 ini merasa senang bisa masuk sekolah mengikuti PTM. Menurutnya, tidak bisa maksimal mengikuti pembelajaran secara daring, karena sering mengalami kendala sinyal yang tidak lancar. Siswa jurusan TKRO ini berharap, pandemi Virus Corona segera berakhir, sehingga bisa masuk sekolah seperti biasa. “Senang bisa masuk sekolah, karena susah sekolah online, sering gangguan sinyal,” katanya.

Demikian pula Ilham Akbar, siswa kelas 2 ini merasa senang bisa mengikuti PTM, karena selama duduk di kelas 1 hanya bisa mengikuti pembelajaran secara online. Ia juga merasa tidak bisa maksimal dalam pembelajaran secara online. “Senang, karena sudah satu tahun tidak masuk sekolah,” ujarnya.