Sudah 10 Hari, Sekitar 1.000 Rumah di Kendal Terkena Rob

Sudah 10 Hari, Sekitar 1.000 Rumah di Kendal Terkena Rob

0
227

Swarakendal.com : Sekitar 1.350 rumah di wilayah pesisir Kabupaten Kendal terkena  banjir air laut pasang atau  rob yang terjadi sejak 10 hari lalu. Akibatnya mengganggu aktivitas warga, karena jalan pemukiman hingga rumah warga tergenang air rob. Pemukiman yang terkena banjir rob meliputi 6 desa/kelurahan di   tiga  kecamatan dengan  ketinggian air bervariasi antara  sepuluh hingga  enam puluh sentimeter. Tiga kecamatan yakni di Kecamatan Kaliwungu, Kendal dan Patebon. 

Pemukiman yang cukup parah terkena rob, yakni Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal di RW 5 yang terdiri dari 9 RT. Banjir rob menimpa 250 rumah yang dihuni 1.250 jiwa.

Ketua Karang Taruna setempat, Imam Purwanto mengatakan, banjir rob terjadi sejak tahun 2017, namun tahun ini yang paling parah. Selain terjadi setahun dua kali, air rob mulai datang sekitar pukul 2 dini hari dan mulai surut sekitar pukul 10 pagi. Akibatnya, warga yang sebagian besar sebagai nelayan, tidak bisa bekerja mencari ikan di laut. 

“Rob di sini terjadi sejak 2017, namun setahun hanya satu kali, tapi tahun ini sudah dua kali terjadi rob. Parahnya lagi, kalau tahun sebelumnya itu rob terjadi mulai malam dan pagi sudah surut, tapi kalau sekarang robnya sampai siang,” katanya, Senin (15/11/2021).

Menurut Imam, satu-satunya cara untuk mengatasi rob itu dengan membangun tanggul di pantai, sehingga air laut tidak masuk ke pemukiman. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah daerah bisa membuat tanggul. “Kalau saya lihat, untuk mengatasi rob ya harus dibangun tanggul,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, untuk mengatasi rob, khusus di wilayah Kendal Kota, pada tahun 2021 sudah dianggarkan melalui program Kotaku senilai Rp. 25 miliar yang di antaranya untuk membangun tanggul. Saat ini sedang dalam proses lelang, sehingga pelaksanaannya mulai tahun 2022 nanti. “Untuk jangka menengah, kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng supaya dilakukan normalisasi sungai-sungai, dan pastikan program Kotaku berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Dikatakan, untuk solusi jangka pendek, pihaknya sudah berkoordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas Sosial dan BPBD untuk memberikan bantuan sembako atau membuat dapur umum. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, BPBD dan Baznas, apakah akan membuat dapur umum atau bantuan sembako,” katanya.

Pemkab Kendal juga sudah menyampaikan himbauan kepada masyarakat, melalui kecamatan dan desa serta kelurahan, terkait kondisi cuaca pada musim hujan agar selalu waspada untuk mengantisipasi cuaca yang ekstrim, terutama pada Januari dan Februari tahun 2022.

Berdasarkan data  yang dihimpun BPBD Kendal  ada   1.350 rumah  yang  berada di enam desa di tiga  kecamatan  terendam air pasang. Di Kecamatan Kaliwungu meliputi Desa Wonorejo sebanyak   70 rumah   dengan ketinggian air 10 – 50 sentimeter, Desa Mororejo sebanyak   75 rumah dengan ketinggian air 10 – 40 sentimeter. Kecamatan Kendal Kota meliputi Kelurahan Karangsari sebanyak 460 rumah dengan ketinggian air 20 – 50 sentimeter, Kelurahan Bandengan sebanyak  600 rumah dengan ketinggian air 20 – 60 centimeter. Sedangkan Kecamatan Patebon meliputi Desa Wonosari  sebanyak   67 rumah dengan ketinggian air 10 – 30 sentimeter dan  Desa Kartikajaya sebanyak  81 rumah dengan ketinggian air 10 – 30 sentimeter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.