Tangis Haru Mewarnai Kepulangan Jemaah Haji Asal Kendal

0
693

Tangis haru mewarnai penyambutan kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Kendal di Pendopo Kabupaten Kendal Senin (19/10) sekitar pk. 21.00 WIB. Adanya musibah jatuhnya alat berat crane dan musibah Mina, memang membuat cemas para keluarga yang berada di kampung halaman. Sehingga sangat bersyukur bagi keluarga yang bertemu kembali setibanya para jamaah dengan kondisi sehat.

Seperti dialami jamaah asal Desa Tampingan Kecamatan Boja, Suharti (65th) yang berangkat haji bersama suaminya, tiba di Kendal dalam kondisi sehat, walau sang suami tampak lelah. Tentang kejadian musibah di tana suci, justru Suharti tidak mengetahui jika ada kejadian musibah. Saat tragedi Mina, Suharti bersama rombongan sudah berangkat ke Mina sebelum waktu subuh, sedangkan kejadiannya pagi hari setelah subuh. Demikian pula saat terjadi angin kencang yang merobohkan alat berat crane, Suharti tidak mengetahui, karena berada di Masjidi Haram. “Saya tidak tahu apa-apa. Saya tahunya kok musim haji gini ada orang menebang pohon, padahal baru saja ada angin besar,”katanya.

Menurut Panitia Haji dari Kemenag Kab Kendal Mokhammad Bajuri, jamaah asal Kabupaten Kendal yang berangkat ke tanah seuci sebanyak 873 orang, namun meninggal di tanah suci sebanyak 5 orang, yaitu jamaah dari Kloter 54 ada 2 orang dan dari Kloter 55 ada 3 orang. Kelima jamaah tersebut meninggal karena sakit, tidak ada jamaah haji asal Kab Kendal yang menjadi korban musibah crane atau Mina. “Alhamdulillah, tidak ada jamaah asal Kendal yang terkena musibah Mina maupun robohnya alat berat crane,”jelasnya.

Kedatangan jamaah haji asal Kab Kendal tiba di Pendopo Kab Kendal mulai Senin (19/10) pukul 9 malam, yaitu dari Kloter 54 sebanyak 246. Disusul jamaah haji dari Kloter 55 sebanyak 352 tiba di Pendopo hari Selasa (20/10) pulul 3 dini hari. Sedangkan dari Kloter 56 sebanyak 170 jamaah tiba di Kaliwungu Selasa (20/10) pukul 6 petang.