Terdampak Pandemi Covid-19, Peternak Ayam Petelur di Kendal sering Rugi

Terdampak Pandemi Covid-19, Peternak Ayam Petelur di Kendal sering Rugi

0
45

Swarakendal.com : Di masa pandemi Covid-19, para peternak ayam petelur di Kendal sering mengalami kerugian. Pasalnya, harga telur sering berada di bawah harga pokok penjualan (HPP), akibat menumpuknya stok telur, karena daya beli masyarakat rendah.


Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi mengatakan, sejak awal tahun hingga pertengahan tahun ini, harga telur ayam horn  mengalami penurunan sekitar 20 persen dari HPP. Turunnya harga telur ini kurang daya beli masyarakat rendah akibat terdampak pandemi Covid-19. “Daya beli sangat rendah, karena kondisi ekonomi saat ini turun semuanya, banyak penutupan pabrik-pabrik dan sebagainya. Jadi, kami menanggung kerugian sejak awal tahun sampai bulan keenam,” katanya. 

Salah seorang peternak ayam petelur dari Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon, Subakir mengatakan, untuk produksi telur hanya mengalami penurunan sedikit. Sedangkan harga telur sempat  hanya 17.000 per kilogram, cukup jauh di bawah HPP yang sebesar 21.700 per kilogram. “Yang paling berdampak itu di harga, sempat di angka 17 ribu per kilogram,” katanya.

Katanya, dampak adanya PPKM Darurat sangat terasa terhadap penjualan telur, karena banyak warung makan yang tutup, sehingga mengalami penurunan yang cukup tajam. Namun untuk saat ini sedikit terbantu dengan adanya bantuan non tunai, karena sebagian dibelanjakan untuk membeli telur ayam. “Sekarang karena ada bantuan non tunai, harga sudah mulai membaik, sekitar 21 ribu,” ujarnya.

Di Kabupaten Kendal ada sekitar 967 peternak dengan jumlah ternak ayam petelur sekitar  9,6 juta ekor, yang produksinya rata-rata 325 ton per hari. Kabupaten Kendal merupakan pemasok telur terbesar kedua se Indonesia.