Tradisi Weh-wehan masih Ramai di Kaliwungu

0
840
Tradisi Weh-wehan atau saling memberi makanan sesama tetangga dan kerabat di Kaliwungu hingga kini masih terasa. Salah satunya di Gang Kauman Kaliwungu Kabupaten Kendal pada Rabu (23/12/2015) sore, tampak para warga yang berlalu-lalang membawa makanan mendatangi rumah-rumah tetangganya. Warga yang mendapat kiriman makanan, juga memberi makanan kepada warga yang mengantarkan makanan. “Ya saling tukar-menukar makanan,”kata Erna.

Tradisi Weh-wehan ini selalu dilakukan masyarakat Kaliwungu saat  peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw atau Maulud Nabi. Menurut Haji Ahmad (60th), tradisi ini sudah ada sejak masih kecil. Masyarakat merasa senang bisa merayakan Weh-wehan. Ciri khas makanan yang hanya ada pada saat Weh-wehan yaitu sumpil, jenis makanan yang terbuat dari beras seperti ketupat, tapi dibungkus dengan daun bambu. Jenis makanan lainnya adalah ketan warna-warni dengan warna merah, hijau dan kuning. “Sejak saya lahir, sudah ada tradisi Weh-wehan yang tujuannya untuk memperingati Maulud Nabi,”katanya.

Di Kaliwungu, masyarakatnya masih melakukan tradisi Weh-wehan. Bahkan di pemukiman baru, seperti perumahan-perumahan di sekitar masjid juga ikut-ikutan melakukan Weh-wehan. Termasuk di beberapa desa yang tidak jauh dari Kaliwungu, seperti Brangsong juga. Sedangkan di kecamatan lainnya sepertinya tidak tampak tradisi Weh-wehan, seperti Kecamatan Kendal, Patebon dan Kangkung. Namun peringatan Maulud Nabi secara umum dilakukan dengan membaca Barzanji di masjid-masjid atau musholla. (Ab)