Uji Coba PTM di Kendal Diikuti 12 SD dan SMP

Uji Coba PTM di Kendal Diikuti 12 SD dan SMP

0
114

Swarakendal.com : Sebanyak 12 sekolah di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, terdiri dari 6 sekolah dasar dan 6 SMP melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap tiga. Ujicoba PTM dilakukan selama 2 minggu, mulai 24 Mei sampai 4 Juni mendatang. Peserta PTM ini khusus untuk SD kelas 4 dan 5, sedangkan untuk SMP hanya kelas 7 dan 8. Kegiatan belajarnya selama 2 jam tanpa istirahat. Per kelas dibatasi, untuk SMP maksimal 16 anak, sedangkan untuk SD maksimal 14 anak.

SMP yang melakukan ujicoba PTM, yakni SMP Negeri 2 Kendal, SMP Negeri 2 Brangsong, SMP Sabilurrosyad, SMP Negeri 1 Patean, SMP Negeri 2 Boja dan SMP Negeri 1 Weleri. Sedangkan untuk SD yakni SD Negeri 2 Sukorejo, SD Negeri 1 Penyangkringan Weleri, SD Negeri 1 Brangsong, SD Negeri 1 Trayu Singorojo, SD Negeri 2 Bebengan Boja dan SD Negeri 1 Gonoharjo Limbangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menjelaskan, pada uji coba PTM tahap tiga ini ada penambahan 5 SMP dan 6 SD. Sekolah yang melakukan PTM adalah yang sudah memenuhi syarat dan dinilai siap melaksanakan PTM, disetujui komite sekolah dan orang tua murid, juga sudah disetujui Pemda. Selain itu, semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis. “Siswa yang mengikuti PTM itu, selain ada izin dari orang tua, juga keluarganya tidak ada riwayat covid dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum,” katanya, Selasa (25/05/2021).

Kepala SMP Negeri 2 Kendal, Supardi mengatakan, peserta didik yang mengikuti PTM kali ini khusus kelas 7, dengan pertimbangan belum pernah mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas. Pihak sekolah juga melakukan persyaratan ketat, yakni siswa harus diantar jemput oleh wali murid. Sekolah juga menyediakan ruang tunggu khusus bagi wali murid yang mengantar. “Kami mengutamakan siswa kelas 7, karena sejak menjadi murid baru belum pernah mengikuti pelajaran sekolah di kelas, maka dengan mengikuti PTM akhirnya bisa mengenal para guru dan teman-temannya secara langsung,” katanya.

Saat ini, pihak dinas sedang mengusulkan lagi beberapa sekolah untuk melaksanakan PTM tahap berikutnya. Total ada sekitar 1.600 guru dan tenaga kependidikan yang diusulkan untuk melakukan vaksinasi. Dalam pengajuannya di antaranya memperhatikan kondisi zonasi kedaruratan Covid-19.